<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan Pusaka untuk Anak</title>
	<atom:link href="http://pendidikanpusaka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com</link>
	<description>Kerjasama Badan Pelestarian Pusaka Indonesia dan Erfgoed Nederland</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 14:06:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pendidikanpusaka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f67e5768ae9a505ee9b72fa287dd70bd?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Pendidikan Pusaka untuk Anak</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pendidikanpusaka.wordpress.com/osd.xml" title="Pendidikan Pusaka untuk Anak" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pendidikanpusaka.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengembangkan Materi Pusaka ke dalam Pendidikan Sekolah Dasar</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/mengembangkan-materi-pusaka-ke-dalam-pendidikan-sekolah-dasar/</link>
		<comments>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/mengembangkan-materi-pusaka-ke-dalam-pendidikan-sekolah-dasar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 15:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elantowow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumberdaya]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka materi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum sekolah dasar]]></category>
		<category><![CDATA[metode pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[muatan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[penerapan]]></category>
		<category><![CDATA[standard kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[standard nasional pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendidikanpusaka.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[oleh Gito Utomo Pendahuluan Beberapa Hal Penting dalam PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standard Nasional Pendidikan Standard Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar Cakupan Mata Pelajaran dan Kurikulum Sekolah Dasar Memasukkan Materi Pusaka ke dalam Kurikulum Sekolah Dasar Muatan Lokal Pengembangan Muatan Lokal Dikaitkan dengan Materi Pusaka Tinjauan terhadap Penerapan Muatan Lokal di DKI Jakarta Beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=43&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>oleh Gito Utomo</em></p>
<ol>
<li>Pendahuluan</li>
<li>Beberapa Hal Penting dalam PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standard Nasional Pendidikan</li>
<li>Standard Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar</li>
<li>Cakupan Mata Pelajaran dan Kurikulum Sekolah Dasar</li>
<li>Memasukkan Materi Pusaka ke dalam Kurikulum Sekolah Dasar</li>
<li>Muatan Lokal</li>
<li>Pengembangan Muatan Lokal Dikaitkan dengan Materi Pusaka</li>
<li>Tinjauan terhadap Penerapan Muatan Lokal di DKI Jakarta</li>
<li>Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan<span id="more-43"></span></li>
</ol>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align:center;"><strong>I. Pendahuluan</strong></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Saat ini telah disadari  menurunnya perhatian terhadap Heritage atau Pusaka Bangsa Indonesia. Timbulnya masalah dalam kerukunan dan persatuan bangsa sebenarnya juga disebabkan oleh karena menurunnya pemahaman bangsa Indonesia kepada warisan budaya bangsanya. <span lang="sv-SE">Oleh karena itu perhatian kepada  pemahaman kepada Pusaka Bangsa, perlu ditingkatkan. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah : mengkaji ulang pelajaran pelestarian pusaka (<em>heritage</em>) yang diberikan di sekolah. Mungkin saja kita semua belum memberikan perhatian yang serius kepada pendidikan pusaka, yang perlu diberikan kepada anak/peserta didik sejak usia dini.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Tulisan singkat ini akan melihat apa dan bagaimana pelajaran Heritage/Pusaka dapat dikembangkan dan diterapkan dalam kurikulum SD, sesuai dengan kondisi dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah ada pada saat ini..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;"><strong>II. Beberapa Hal Penting dalam PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standard  Nasional Pendidikan</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Sebelum membuat</span><span lang="sv-SE"> materi Pusaka, perlu diperhatikan terlebih dahulu beberapa peraturan perundang-undangan, yang terkait dengan pengembangan pelajaran Pusaka. Hal ini penting, oleh karena selain menentukan isi materi Pusaka yang harus disiapkan, perlu dipahami adanya beberapa “rambu-rambu” yang telah ditetapkan pemerintah di bidang pendidikan.Apabila ingin mengembangkan pelajaran Pusaka, pemahaman peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pelajaran Pusaka, akan memudahkan penentuan materi Pusaka yang akan diberikan di sekolah. Disamping itu, materi Pusaka yang akan diberikan di sekolah harus : mudah diterima dan tidak membebani murid. Saat ini kepada anak/peserta didik harus diberikan materi mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah.Untuk tingkat SD terdapat 8 (delapan) mata pelajaran wajib yang harus dikuasai oleh anak/peserta didik, disamping mata pelajaran Muatan Lokal/Mulok, dan Pengembangan Diri.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Dalam tulisan ini akan dibahas  3(tiga) peraturan perundang-undangan  yang terkait dengan pengembangan materi pelajaran Pusaka, yaitu : </span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">PPRI 	No.19 Tahun 2005 tentang </span><span lang="es-MX"><strong>Standar 	Nasional Pendidikan</strong></span><span lang="es-MX">, </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Peraturan Menteri 	Pendidikan Nasional RI No. 22 tentang <strong>Standar Isi Untuk Satuan 	Pendidikan Dasar Dan Menengah.</strong></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Peraturan Menteri 	Pendidikan Nasional RI No.23 Tahun 2006 tentang <strong>Standar 	Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah</strong>.</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Beberapa hal isi PPRI No.19 Tahun 2005 yang perlu diperhatikan adalah sbb:</p>
<ul>
<li>Kurikulum SD menekankan kepada pentingnya kemampuan dan kegemaran <strong>membaca &amp; menulis, kecakapan berhitung, serta kemampuan berkomunikasi</strong>. (Pasal 6(6)).</li>
<li>Kurikulum SD terdiri atas <strong>Kelompok Mata Pelajaran</strong> :</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>agama dan akhlak mulia</li>
<li>kewarganegaraan dan kepribadian.</li>
<li><span lang="sv-SE">ilmu pengetahuan dan teknologi.</span></li>
<li>estetika</li>
<li><span lang="es-MX">jasmani, olah raga, dan kesehatan.  (Pasal 6 [1]).</span></li>
</ol>
</blockquote>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Kelima  kelompok mata pelajaran ini telah dikembangkan menjadi komponen Struktur Kurikulum SD yang terdiri dari</span></p>
<ol>
<li>Mata Pelajaran ( 8 buah).</li>
<li>Muatan Lokal/Mulok</li>
<li>Pengembangan Diri.</li>
</ol>
<ul>
<li><span lang="sv-SE">Beban belajar untuk SD</span><span lang="sv-SE">, menggunakan jam pelajaran setiap minggu setiap semester dengan </span><span lang="sv-SE"><strong>sistem </strong></span><span lang="sv-SE">: tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing. (Pasal 10(1)).</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD dikembangkan sesuai dengan </span><span lang="sv-SE"><strong>potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat</strong></span><span lang="sv-SE">, dan </span><span lang="sv-SE"><strong>peserta didik.</strong></span><span lang="sv-SE"> (Pasal 17(1)).</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Proses pembelajaran diselenggarakan secara </span><span lang="sv-SE"><strong>interaktif, inspiratif,menyenangkan menantang, memotivasi </strong></span><span lang="sv-SE">peserta didik untuk </span><span lang="sv-SE"><strong>berpartisipasi aktif</strong></span><span lang="sv-SE">, serta memberikan ruang yang cukup bagi </span><span lang="sv-SE"><strong>prakarsa, kreativitas, dan kemandirian</strong></span><span lang="sv-SE"> sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (Pasal19(1)).</span></li>
<li><span lang="sv-SE"><strong>Setiap SD</strong></span><span lang="sv-SE"> melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. (Pasal 19(3)).</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Perencanaan proses pembelajaraan meliputi </span><span lang="sv-SE"><strong>silabus</strong></span><span lang="sv-SE"> dan </span><span lang="sv-SE"><strong>rencana pelaksanaan</strong></span><span lang="sv-SE"> pembelajaran yang memuat sekurang kurangnya : tujuan pembelajaraan, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasi belajar. (Pasal 20).</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Standar </span><span lang="sv-SE"><strong>kompetensi </strong></span><span lang="sv-SE">lulusan  SD </span><span lang="sv-SE"><strong>bertujuan</strong></span><span lang="sv-SE"> untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia,serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. (Pasal 26(1)).</span></li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Pengembangan</span><span lang="sv-SE"> materi Pusaka yang akan diberikan, tentunya perlu mengacu kepada ketentuan tersebut.Apabila terdapat hal penting terkait dengan pendidikanpusaka yang </span><span lang="sv-SE"><strong>belum tercakup</strong></span><span lang="sv-SE"> dalam ketentuan tersebut, tentunya ini dapat menjadi catatan dan masukan bagi pihak yang berkepentingan. Suatu hal penting yang juga perlu selalu diperhatikan adalah bahwa :  materi Pusaka yang akan diberikan, perlu disesuaikan dengan kemampuan otak, emosi, perasaan dan fisik peserta didik yang berusia antara 7-12 tahun.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;"><strong>III. Standard Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Selain memperhatikan </span><span lang="sv-SE"><strong>Standar Nasional</strong></span><span lang="sv-SE"> Pendidikan diatas, perlu diperhatikan pula </span><span lang="sv-SE"><strong>Standar Kompetensi Lulusan</strong></span><span lang="sv-SE"> SD, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional N0.23 Tahun 2006, tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL).</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Bagi</span><span lang="sv-SE"> peserta didik  SD diharapkan mencapai Standar Kompetensi Lulusan sbb :</span></p>
<ol>
<li>Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak.</li>
<li><span lang="sv-SE">Mengenal </span><span lang="sv-SE"><strong>kekurangan dan kelebihan</strong></span><span lang="sv-SE"> diri sendiri.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Mematuhi </span><span lang="sv-SE"><strong>aturan-aturan sosial</strong></span><span lang="sv-SE"> yang berlaku dalam </span><span lang="sv-SE"><strong>lingkungannya</strong></span><span lang="sv-SE">.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Menghargai </span><span lang="sv-SE"><strong>keberagaman </strong></span><span lang="sv-SE">agama, </span><span lang="sv-SE"><strong>budaya,</strong></span><span lang="sv-SE"> suku, ras, dan gologan sosial ekonomi dilingkungan sekitarnya.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Menggunakan informasi tentang </span><span lang="sv-SE"><strong>lingkungan sekitar</strong></span><span lang="sv-SE"> ,secara logis, kritis dan kreatif.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Menunjukan kemampuan berpikir </span><span lang="sv-SE"><strong>logis, kritis dan kreatif</strong></span><span lang="sv-SE">, dengan bimbingan guru/pendidik.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Menunjukkan rasa </span><span lang="sv-SE"><strong>keinginan yang tinggi dan menyadari potensinya</strong></span><span lang="sv-SE">.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Menunjukkan kemampuan </span><span lang="sv-SE"><strong>memecahkan masalah sederhana</strong></span><span lang="sv-SE"> dalam kehidupan sehari-hari.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Menunjukkan kemampuan </span><span lang="sv-SE"><strong>mengenali gejala alam</strong></span><span lang="sv-SE"> dan </span><span lang="sv-SE"><strong>sosial </strong></span><span lang="sv-SE">di lingkungan sekitar.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Menunjukkan </span><span lang="sv-SE"><strong>kecintaan </strong></span><span lang="sv-SE">dan </span><span lang="sv-SE"><strong>kepedulian </strong></span><span lang="sv-SE">terhadap </span><span lang="sv-SE"><strong>lingkungan.</strong></span></li>
<li><span lang="es-MX">Menunjukkan </span><span lang="es-MX"><strong>kecintaan dan kebanggaan</strong></span><span lang="es-MX"> terhadap, bangsa, negara, dan tanah air Indonesia.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Menunjukkan </span><span lang="sv-SE"><strong>kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal</strong></span><span lang="sv-SE">.</span></li>
<li><span lang="sv-SE"> </span><span lang="sv-SE"><strong>Menunjukkan kebiasaan hidup</strong></span><span lang="sv-SE"> bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang,</span></li>
<li><span lang="es-MX"> </span><span lang="es-MX"><strong>Berkomunikasi</strong></span><span lang="es-MX"> secara jelas dan santun.</span></li>
<li><span lang="sv-SE"> </span><span lang="sv-SE"><strong>Bekerjasama</strong></span><span lang="sv-SE"> dalam kelompok, tolong menolong , dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan dan teman sebaya.</span></li>
<li><span lang="es-MX">Menunjukkan kegemaran </span><span lang="es-MX"><strong>membaca dan menulis</strong></span><span lang="es-MX">.</span></li>
<li><span lang="es-MX">Menunjukkan </span><span lang="es-MX"><strong>keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung.</strong></span></li>
</ol>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">Berdasarkan ke 17 </span><span lang="es-MX">kompetensi lulusan SD ini,  pengembangan materi Pusaka perlu juga disesuaikan untuk mencapai kompetensi yang sama. Sebelum membahas hal ini lebih lanjut, perlu dikemukakan disini beberapa kompetensi lulusan SMP dan SMA sebagai bandingan. Kompetensi lulusan </span><span lang="es-MX"><strong> SMP </strong></span><span lang="es-MX">yang diharapkan antara lain adalah :</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX"><br />
</span></p>
<ol>
<li><span lang="es-MX">Mematuhi aturan sosial yang berlaku  dalam </span><span lang="es-MX"><strong>lingkungan yang lebih luas.</strong></span></li>
<li><span lang="sv-SE">Menghargai keragaman  agama</span><span lang="sv-SE">, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam </span><span lang="sv-SE"><strong>lingkup nasional</strong></span><span lang="sv-SE">.</span></li>
</ol>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">U</span><span lang="sv-SE">ntuk lingkungan </span><span lang="sv-SE"><strong>SD,</strong></span><span lang="sv-SE"> kompetensi mengenai </span><span lang="sv-SE"><strong>aturan sosial, </strong></span><span lang="sv-SE">materi yang diberikan  hanya untuk yang berlaku </span><span lang="sv-SE"><strong>dilingkungannya </strong></span><span lang="sv-SE">saja. Sedangkan untuk tingkat SMP  lingkungannya diperluas ketingkat nasional. Demikian pula mengenai penghargaan kepada </span><span lang="sv-SE"><strong>keragaman agama, budaya, suku</strong></span><span lang="sv-SE"> dll pada tingkat </span><span lang="sv-SE"><strong>SD </strong></span><span lang="sv-SE"> hanya difokuskan </span><span lang="sv-SE"><strong>untuk lingkungan sekitarnya</strong></span><span lang="sv-SE"> saja. Baru pada tingkat </span><span lang="sv-SE"><strong>SMP</strong></span><span lang="sv-SE"> , materinya diperluas kedalam lingkup </span><span lang="sv-SE"><strong>nasional.</strong></span><span lang="sv-SE"> Sedangkan materi lingkup global baru diberikan pada ditingkat </span><span lang="sv-SE"><strong>SMA</strong></span><span lang="sv-SE">.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Berdasarka</span><span lang="sv-SE">n kedua contoh ini, terlihat bahwa untuk tingkat SD, pemerintah sudah membatasi kompetensi lulusan SD kepada pemahaman rinci</span><span lang="sv-SE"><strong> lingkungan sekitarnya saja</strong></span><span lang="sv-SE">, dan bukan untuk lingkup daerah atau nasional.Untuk materi tingkat daerah dan nasional, kompetensi anak/peserta didik SD cukup mendapat informasi dan pengetahuan saja tentang daerah lain dan Nusantara. Pada tingkat SMP dan SMA barulah hal tersebut  dikembangkan lebih rinci.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><strong>IV. Cakupan Mata Pelajaran dan Kurikulum Sekolah Dasar</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, telah diuraikan cakupan isi setiap kelompok mata pelajaran. Cakupan isi kelompok mata pelajaran tersebut, perlu dipahami agar dapat sejalan dengan pengembangan materi Pusaka yang akan diberikan kepada anak/peserta didik.</p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<table style="height:616px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="448">
<col width="28"></col>
<col width="183"></col>
<col width="389"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="28">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">No.</p>
<p align="justify">
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">Kelompok Mata Pelajaran</p>
</td>
<td width="389">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">Cakupan isi materi SD</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="28">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">1.</p>
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">Agama dan akhlak mulia</p>
</td>
<td width="389">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dimaksudkan untuk 			membentuk peserta didik menjadi manusia yg <strong>beriman dan bertakwa</strong> kpd Tuhan YME serta <strong>berakhlak mulia.</strong> Akhlak mulia mencakup 			etika, budi pekerti, atau moral sbg perwujudan dari pendidikan 			agama.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="28">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">2</p>
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kewarganegaraan</p>
<p align="justify">dan Keperibadian</p>
</td>
<td width="389">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dimaksudkan utk 			peningkatan <strong>kesadaran dan wawasan</strong> peserta didik akan 			status, hak, dan kewajibabnya dlm kehidupan bermasyarakat, 			berbangsa dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sbg 			manusia. <strong>Kesadaran dan wawasan</strong> termasuk : wawasan 			kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan thd HAM, 			kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesadaran 			gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan kepada hukum, 			ketaatan membayar pajak,  dan sikap serta perilaku anti korupsi, 			kolusi, dan nepotisme.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="28">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">3</p>
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">Ilmu Pengetahuan dan Teknologi</p>
</td>
<td width="389">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dimaksudkan utk 			<strong>mengenal, menyikapi dan mengapresiasi</strong> ilmu pengetahuan dan 			teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku  			ilmiah yg <strong>kritis, kreatif dan mandiri.</strong></p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="28">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">4</p>
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">Estetika</p>
</td>
<td width="389">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dimaksudkan utk 			meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan 			kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.Kemampuan  			mengapresiasi dan mengekspresiasikan keindahan serta harmoni 			mencakup <strong>apresiasi dan ekspresi </strong>, baik dlm kehidupan 			individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun 			kehidupan kemasyarakatan, shg mampu menciptakan kebersamaan yg 			harmonis.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="28">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">5</p>
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">Jasmani, olahraga, dan kesehatan</p>
</td>
<td width="389">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Dimaksudkan 			utk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan 			kesadaran hidup sehat.</p>
<p lang="sv-SE" align="justify">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Berdasarkan Kelompok mata pelajaran ini, untuk pendidikan SD telah ditetapkan Struktur Kurikulum SD sbb :</p>
<p style="margin-bottom:0;padding-left:30px;" lang="es-MX" align="justify">A. Mata Pelajaran :</p>
<ol>
<li>Pendidikan Agama</li>
<li>Pendidikan Kewarganegaraan</li>
<li>Bahasa Indonesia</li>
<li>Matematika</li>
<li>Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)</li>
<li>Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)</li>
<li>Seni Budaya dan Keterampilan.</li>
<li>endidikan Jasmani, olah raga, dan Kesehatan.</li>
</ol>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;padding-left:30px;" lang="sv-SE" align="justify">B.Muatan Lokal/Mulok</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;padding-left:30px;" lang="sv-SE" align="justify">C.Pengembangan Diri.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Untuk mengembangkan materi Pusaka bagi pendidikan SD, perlu dipelajari dan dipahami terlebih dahulu seluruh  isi Struktur Kurikulum SD yang berlaku sejak tahun 2006 ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.64cm;margin-bottom:0;text-align:center;"><strong>V. Memasukkan Materi Pusaka ke dalam </strong></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.64cm;margin-bottom:0;text-align:center;"><strong>Kurikulum Sekolah Dasar Muatan Lokal</strong></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.64cm;margin-bottom:0;text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Pada dasarnya, pendidikan dimaksudkan untuk membentuk pribadi yang berbudaya.Isi pokok kebudayaan yang bersifat universal , menurut Koentjaraningrat mencakup 7 hal pokok yaitu :</p>
<ol>
<li>Peralatan dan perlengkapan hidup.</li>
<li>Sistem mata pencaharian dan sistem ekonomi.</li>
<li>Sistem Kemasyarakatan.</li>
<li>Bahasa.</li>
<li>Ilmu Pengetahuan.</li>
<li>Kesenian (rupa, suara, gerak, dll)</li>
<li>Sistem Religi.</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Pemerintah telah berusaha memasukkan ketujuh hal pokok tersebut kedalam kelompok mata pelajaran di seluruh tingkatan pendidikan, termasuk SD.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Salah satu alternatif untuk mengajarkan pusaka kepada peserta didik adalah memberi </span><span lang="sv-SE"><strong>tambahan</strong></span><span lang="sv-SE"> materi ke dalam 8 mata pelajaran utama dan Mulok yang telah ada saat ini. Hal ini dimaksudkan agar pelajaran Pusaka , tidak menambah beban jumlah mata pelajaran utama yang telah ada. Materi Pusaka direncanakan hanya akan menjadi suplemen/ ditambahkan  kedalam kurikulum  yang telah ada.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Namun juga terdapat alternatif lainnya, yaitu  membuat Materi Pusaka secara utuh. Materi Pusaka ini dapat menjadi mata pelajaran tambahan tersendiri disekolah.Perlu panduan khusus sbg pendamping Materi Pusaka tersebut. Keterbatasan pengetahuan dan pengalaman guru dalam bidang pusaka/heritage, menjadi dasar pertimbangan pembuatan buku panduan tersebut. Buku panduan mata pelajaran Pusaka isinya lengkap namun sederhana. Guru perlu memahami materi pusaka secara menyeluruh , yang menyangkut pusaka lokal, regional, nasional dan dunia secara garis besar. Hal ini dimaksudkan agar guru dapat memberi penjelasan/membandingkan sesuatu topik lokal secara lebih luas. Demikian pula bagi anak/peserta didik.perlu diberikan buku pendamping Materi Pusaka, untuk membantu mereka lebih cepat memahami,mencintai dan melestarikan pusaka .</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Berikut ini diperlihatkan kurikulum SD yang berlaku saat ini, disandingkan dengan  beberapa contoh materi Pusaka yang akan diberikan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<table style="height:475px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="451">
<col width="280"></col>
<col width="281"></col>
<tbody>
<tr style="text-align:center;" valign="top">
<td width="280"><strong>Kurikulum Nasional SD</strong></td>
<td width="281"><strong>Materi <em>Heritage</em>/Pusaka</strong></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="280">
<p style="margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify"><strong>A. Mata 			Pelajaran</strong></p>
<ol>
<li>Pendidikan Agama.</li>
<li>Pendidikan Kewarganegaraan</li>
<li>Bahasa Indonesia</li>
<li>Matematika</li>
<li><span lang="sv-SE">Ilmu 			Pengetahuan Alam.</span></li>
<li>Ilmu 			Pengetahuan Sosial.</li>
<li><span lang="es-MX">Seni 			Budaya dan Ketrampilan.</span></li>
<li>Pendidian Jasmani, olah raga, dan Kesehatan</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>B. Muatan 			Lokal</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p lang="sv-SE" align="justify"><strong>C. Pengembangan Diri</strong></p>
</td>
<td width="281">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>A. Pusaka 			Budaya</strong></p>
<ol>
<li>Pusaka Keluarga.</li>
<li>Bangunan tua disekitar tempat tinggal</li>
<li>Bangunan dan monumen bersejarah.</li>
<li>Daerah perkampungan &amp;pemukiman tradisional</li>
<li>Tempat Prasejarah.</li>
<li>Peralatan hidup.</li>
<li>Pusaka Industri</li>
<li>Tradisi lisan.</li>
<li>Literatur dan Kearsipan.</li>
<li>Permainan Tradisional.</li>
<li>Pertunjukan boneka Tradisional.</li>
<li>Tarian.</li>
<li>Musik.</li>
<li>Olah raga dan seni bela diri.</li>
<li>Pusaka Kuliner/Makanan.</li>
<li>Kerajinan Tangan</li>
<li>Adat istiadat.</li>
<li>Pengobatan tradisional.</li>
</ol>
<p style="margin-left:.76cm;text-indent:-.76cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">B. Pusaka Alam.</p>
<ol>
<li>Air (Sungai, air terjun, laut, danau, dll)</li>
<li><span lang="sv-SE">Tanah (Gunung, hutan, ladang. Persawahan, 			pemukiman, dll)</span></li>
<li>Bio-Diversity (Flora &amp; Fauna)</li>
</ol>
<p style="margin-left:.76cm;text-indent:-.76cm;" align="justify">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Materi Pusaka tersebut dapat dimasukkan kedalam mata pelajaran yang terkait. Misalnya guru sewaktu memberikan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, dia juga memberikan materi Pusaka seperti : peralatan hidup, adat istiadat, permainan tradisional dll. Juga sewaktu guru mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, dia dapat memberikan materi pusaka alam, seperti  pelestarian air, gunung dll. Guru juga dapat sekaligus memberikan materi pusaka budaya seperti : menyinggung bentuk,rumus atau teknis bangunan kuno/monumen.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Untuk pengembangan kurikulum,</span><span lang="sv-SE"> termasuk pelajaran pusaka, terdapat beberapa prinsip yang harus diikuti seperti :</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<ol>
<li><span lang="sv-SE">Berpusat pada potensi, perkembangan dan kebutuhan dan kepentingan peserta didik</span><span lang="sv-SE"> dan lingkungannya.</span></li>
<li><span lang="sv-SE"> </span><span lang="sv-SE"><strong>Beragam dan terpadu</strong></span><span lang="sv-SE">, dalam arti memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik dan kondisi daerah.</span></li>
<li><span lang="sv-SE"> </span><span lang="sv-SE"><strong>Tanggap</strong></span><span lang="sv-SE"> terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Rel</span><span lang="sv-SE">evan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha, dan dunia kerja.</span></li>
<li><span lang="sv-SE"> </span><span lang="sv-SE"><strong>Menyeluruh dan berkesinambungan</strong></span><span lang="sv-SE"> antar semua jenjang pendidikan.</span></li>
<li><span lang="sv-SE"> </span><span lang="sv-SE">Diarahkan kepada proses perkembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yg  merupakan </span><span lang="sv-SE"><strong>pendidikan</strong></span><span lang="sv-SE"> yang berlangsung </span><span lang="sv-SE"><strong>sepanjang ha</strong></span><span lang="sv-SE">yat.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Seimbang antara kepentingan </span><span lang="sv-SE"><strong>nasional </strong></span><span lang="sv-SE">dan </span><span lang="sv-SE"><strong>daerah</strong></span><span lang="sv-SE">.</span></li>
</ol>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><br />
</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;" lang="sv-SE"><strong>VI. Muatan Lokal</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;" lang="sv-SE"><strong><br />
</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>Muatan Lokal/Mulok</strong></span><span lang="sv-SE"> merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang </span><span lang="sv-SE"><strong>materinya tidak dapat dikelompokkan</strong></span><span lang="sv-SE"> ke dalam </span><span lang="sv-SE"><strong>mata pelajaran</strong></span><span lang="sv-SE"> yang ada. </span><span lang="es-MX">Materi pelajaran Mulok tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan saja.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Mulok merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum, yang terdapat pada standar isi di dalam kurikulum SD.</p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Ruang lingkup Mulok :</p>
<ol>
<li>Lingkup keadaan dan Kebutuhan Daerah.</li>
<li>Lingkup isi/jenis Mulok di daerah tersebut.</li>
</ol>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah.</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Keadaan Daerah </strong>adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan <strong>alam</strong>, lingkungan <strong>sosial ekonomi</strong>, dan lingkungan <strong>sosial budaya</strong>.</p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kebutuhan Daerah </strong>adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut.Kebutuhan Daerah, misalnya kebutuhan untuk :</p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">1.</span><span lang="sv-SE"><strong>Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah.</strong></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2.</span><span lang="sv-SE"><strong>Meningkatkan</strong></span><span lang="sv-SE"> kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan keadaan </span><span lang="sv-SE"><strong>perekonomian </strong></span><span lang="sv-SE">daerah.</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">3.Meningkatkan pengetahuan </span><span lang="sv-SE"><strong>bahasa </strong></span><span lang="sv-SE">Inggris untuk keperluan sehari-hari, dan menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan pembelajaran lebih lanjut.( belajar sepanjang hayat).</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">4.Meningkatkan kemampuan </span><span lang="sv-SE"><strong>berwirausaha.</strong></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>2. Lingkup Isi/ Jenis Mulok</strong></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Lingkup isi/jenis Mulok dapat berupa bahasa daerah, kesenian daerah, ketrampilan dan kerajinan daerah</span><span lang="sv-SE">, adat istiadat, bahasa inggris, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah ybs.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Mulok</span><span lang="sv-SE"> memang masih </span><span lang="sv-SE"><strong>perlu ditambahkan konsep dan isi</strong></span><span lang="sv-SE"> garis besar pusaka budaya dan pusaka alam daerah, bukan hanya sekedar  berisi materi bahasa,seni, dan adat istiadat didaerah tersebut. Materi inilah yang </span><span lang="sv-SE"><strong>paling penting untuk dikembangkan</strong></span><span lang="sv-SE"> untuk menambah wawasan pusaka bagi peserta didik.</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>Mulok </strong></span><span lang="sv-SE"> merupakan suatu mata pelajaran yang </span><span lang="sv-SE"><strong>sangat efektif</strong></span><span lang="sv-SE"> untuk menambah materi pusaka budaya dan pusaka alam bagi pendidikan dasar.Materi pelajaran Pusaka dapat menjadi bagian penting Mulok.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Memperhatikan beberapa hal diatas ini,</span><span lang="sv-SE"> dalam rangka pengembangan Materi Pusaka terdapat dua tahapan kegiatan yang  dapat dilakukan yaitu :</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>1.Membuat </strong></span><span lang="sv-SE"><strong>Mata Pelajaran Pusaka </strong></span><span lang="sv-SE">secara </span><span lang="sv-SE"><strong>utuh,</strong></span><span lang="sv-SE">baik itu pusaka budaya dan pusaka alam. Materi ini secara utuh merupakan mata pelajaran tersendiri,  yang dapat dimasukkan sebagai pendamping  pelajaran lain dalam Mulok.Sebagaimana diketahui, saat ini Mulok terdiri dari lebih dari satu mata pelajaran. Alternatif pertama ini perlu mempertimbangan  isi mata pelajaran lain yang telah diberikan melalui Mulok dan  isi kedelapan mata pelajaran utama lainnya</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>2</strong></span><span lang="sv-SE"><strong> Memilih dan memilah</strong></span><span lang="sv-SE"> materi pusaka budaya dan pusaka alam, yang dapat dikaitkan dgn mata pelajaran lain. Materi yang telah dipilah-pilah ini, dimasukkan dan diberikan kepada peserta didik, sewaktu guru memberikan mata pelajaran tersebut.</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><br />
</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE">VII. </span></span><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE">PENGEMBANGAN  MULOK  DIKAITKAN  DENGAN  MATERI  PUSAKA.</span></span></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.64cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Pengembangan Mata Pelajaran Mulok oleh sekolah dan Komite Sekolah, juga oleh Tim perumus mata pelajaran pusaka, dilakukan dengan memperhatikan langkah-langkah sbb :</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">1.</span><span lang="sv-SE"><strong>Mengidentfikasikan</strong></span><span lang="sv-SE"> keadaan  pusaka budaya dan pusaka alam serta kebutuhan daerah.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2.</span><span lang="sv-SE"><strong>Menentukan fungsi</strong></span><span lang="sv-SE"> dan susunan atau komposisi pusaka daerah.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">3.</span><span lang="sv-SE"><strong>Mengidentifikasi bahan</strong></span><span lang="sv-SE"> kajian pusaka daerah secara utuh.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">4.</span><span lang="sv-SE"><strong>Memilah </strong></span><span lang="sv-SE">materi pusaka yang dapat diintegrasikan ke dalam 8 mata pelajaran utama.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">5.</span><span lang="sv-SE"><strong>Menentukan</strong></span><span lang="sv-SE"> Mata Pelajaran Pusaka dalam Mulok.</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">6.</span><span lang="sv-SE"><strong>Mengembangkan</strong></span><span lang="sv-SE"> Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan mengacu kepada Standar isi materi pendidikan SD.</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>1.Mengidentifikasikan keadaan pusaka budaya dan pusaka alam serta kebutuhan daerah</strong></span><span lang="sv-SE">.</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Kegiatan ini dilakukan untuk menelaah dan mendata berbagai data /kondisi pusaka budaya dan pusaka alam ,serta kebutuhan daerah ybs.Disamping itu perlu juga diketahui pengetahuan dan aspirasi masyarakat untuk melestarikan pusaka budaya dan pusaka alam di daerah tersebut.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>2.Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi pusaka daerah.</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Berdasarkan hasil kajian no.1 , dapat diperoleh berbagai jenis materi pusaka yang akan diberikan.Berbagai fungsi materi pusaka yang akan dimasukkan ke dalam muatan lokal antara lain :</p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">a.Pengenalan dan perhatian kepada pusaka budaya dan pusaka alam, sebagai bagian dari budaya daerah.</p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">b.Melestarikan dan mengembangkan pusaka budaya dan pusaka alam daerah.</p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">c.Meningkatkan ketrampilan dibidang yang terkait dengan pusaka daerah</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>3.Mengidentifikasi bahan kajian pusaka daerah secara utuh.</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendata dan mengkaji berbagai bahan pusaka sesuai dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik. Penentuan bahan kajian pusaka ini didasarkan kepada beberapa kriteria sbb :</p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">a.Kesesuaian den</span><span lang="sv-SE">gan tingkat perkembangan peserta didik</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">b.Kemampuan guru dan tenaga pendidik yang diperlukan</p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">c.Tersedianya sarana dan prasarana</p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">d.Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan.</p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">e.Kelayakan untuk dilaksanakan disekolah.</p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>4.Menentukan Mata Pelajaran Pusaka dalam Mulok.</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Berdasarkan bahan kajian materi pusaka tersebut, dapat ditentukan </span><span lang="sv-SE"><strong>kegiatan pembelajarannya .</strong></span><span lang="sv-SE"> Kegiatan pembelajaran dirancang agar bahan kajian materi pusaka  dapat memberikan bekal pengetahuan, kesadaran, ketrampilan, dan perilaku peserta didik.Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi, dan keunggulan pusaka daerah tersebut.Apabila materi tersebut memenuhi syarat, maka kumpulan materi pelajaran tersebut ,dapat diberi nama : Mata Pelajaran Pusaka dalam Mulok.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>5</strong></span><span lang="sv-SE"><strong>.Memilah materi pusaka yang dapat diintegrasikan ke dalam 8 mata pelajaran utama.</strong></span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Apabila materi mata pelajaran pusaka telah ditentukan, maka materi</span><span lang="sv-SE"> yang utuh tersebut dapat dipilah-pilah ke dalam mata pelajaran utama yang cocok. Guru perlu dipandu tentang : bagaimana dan materi apa yang cocok diberikan kepada anak/peserta didik, sesuai tingkatan/kelas di SD.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>6.Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan mengacu kepada Standar isi materi pendidikan SD.</strong></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>a.Pengembangan Standar </strong></span><span lang="sv-SE"><strong>Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata pelajaran Pusaka.</strong></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Hal ini perlu dilakukan sebagai langkah awal  membuat mata pelajaran pusaka yang dapat dilaksanakan di sekolah. </span>Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pengembangan Standar 	Kompetensi</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Standar kompetensi adalah </span><span lang="sv-SE"><strong>menentukan kompetensi</strong></span><span lang="sv-SE"> yang didasarkan kepada materi sebagai basis pengetahuan pusaka.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pengembangan 	Kompetensi Dasar.</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Kompetensi Dasar adalah </span><span lang="sv-SE"><strong>kompetensi yang harus dikuasai siswa/peserta didik</strong></span><span lang="sv-SE">.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Penentuan ini perlu melibatkan berbagai pihak seperti guru, ahli bidang kajian, ahli kebudayaan, pendidikan dan ahli lain yang dianggap perlu.</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><strong>b.Pengembangan Silabus Mata Pelajaran Pusaka.</strong></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">Dalam pengembangan silabus tercakup beberapa hal a.l :</p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">1)Mengembangkan </span><span lang="sv-SE"><strong>indikator pelajaran pusaka.</strong></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2)Meng</span><span lang="sv-SE"><strong>identifikasi</strong></span><span lang="sv-SE"> materi pembelajaran pusaka.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">3)Mengembangkan </span><span lang="sv-SE"><strong>kegiatan</strong></span><span lang="sv-SE"> pembelajaran pusaka.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">4)Pengalokasian </span><span lang="sv-SE"><strong>waktu </strong></span><span lang="sv-SE">pelajaran pusaka.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">5)Pengembangan </span><span lang="sv-SE"><strong>penilaian </strong></span><span lang="sv-SE">pelajaran pusaka.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">6)Menentukan </span><span lang="sv-SE"><strong>sumber belajar </strong></span><span lang="sv-SE"> mata pelajaran pusaka.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE">VIII.</span></span><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE">TINJAUAN  TERHADAP PENERAPAN MULOK  DI  DKI JAKARTA.</span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Pendidikan SD di DKI Jakarta</span><span lang="sv-SE"> sejak </span><span lang="sv-SE"><strong>Kurikulum 2004</strong></span><span lang="sv-SE"> sudah menerapkan Mulok dengan mata pelajaran sbb:</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>1.Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta.</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>2</strong></span><span lang="sv-SE"><strong>.Kesenian Jakarta.</strong></span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><strong>3</strong></span><span lang="sv-SE"><strong>.Bahasa Inggris.</strong></span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">S</span><span lang="sv-SE">esuai Peraturan Mendiknas No.22 Tahun 2006, perlu disusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), termasuk Mulok.Ini dikenal sebagai </span><span lang="sv-SE"><strong>Kurikulum 2006</strong></span><span lang="sv-SE">, menggantikan Kurikulum 2004.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">SD di DKI Jakarta saat ini menerapkan mata pelajaran Mulok dengan memberikan pelajaran :</p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">1.</span><span lang="sv-SE"><strong>Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ),</strong></span><span lang="sv-SE"> yang merupakan hasil penggabungan mata pelajaran Mulok Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta (PLKJ) dan Kesenian Jakarta.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2.</span><span lang="sv-SE">.</span><span lang="sv-SE"><strong>Bahasa Inggris</strong></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Tinjauan</span><span lang="sv-SE"> terhadap kondisi pelajaran Pusaka di DKI Jakarta ini,  dibatasi hanya pada mata pelajaran yang dianggap paling terkait dengan pelajaran pusaka yaitu :</span><span lang="sv-SE"><strong>Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ</strong></span><span lang="sv-SE">). Sebagai perbandingan akan dibahas juga </span><span lang="sv-SE"><strong>2(dua</strong></span><span lang="sv-SE">) materi  dari 8 Mata Pelajaran Utama yang paling terkait dengan pusaka, yaitu: </span><span lang="sv-SE"><strong>Seni Budaya dan Keterampilan</strong></span><span lang="sv-SE"> serta </span><span lang="sv-SE"><strong>Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).</strong></span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Ti</span><span lang="sv-SE">njauan difokuskan kepada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari 3 (tiga) pelajaran tersebut.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Berdasarka</span><span lang="sv-SE">n pengamatan terhadap isi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  ketiga pelajaran tsb  dapat dikemukakan bahwa : </span></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">1.</span><span lang="sv-SE"><strong>Sebagian</strong></span><span lang="sv-SE"> materi Pusaka </span><span lang="sv-SE"><strong>sudah masuk</strong></span><span lang="sv-SE"> kedalam ketiga mata pelajaran tersebut. Materi Pusaka yang perlu ditambahkan adalah materi </span><span lang="sv-SE"><strong>yang belum atau kurang</strong></span><span lang="sv-SE"> dibahas seperti:  pemahaman menyeluruh terhadap pusaka </span><span lang="sv-SE"><em>tangible dan intangible,</em></span><span lang="sv-SE">termasuk peninjauan lapangan dan usaha pelestariannya.Materi ketiga mata pelajaran itu terdapat materi yang perlu diubah, ditambah, atau dikurangi. Perbandingan materi dan komentarnya dapat dilihat pada </span><span lang="sv-SE"><strong>Lampiran</strong></span><span lang="sv-SE">.</span></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2.Untuk membuat materi paket pelajaran Pusaka yang utuh, diperlukan pengurangan sebagian isi pelajaran Mulok,mata pelajaran SBK dan IPS yang telah diberikan saat ini, yang akan dilebur kedalam materi paket pelajaran Pusaka. Artinya terdapat sedikitnya 3(tiga) mata pelajaran yang materinya perlu diubah, ditambah atau dikurangi, yaitu PLBJ,IPS dan SBK Padahal pada saat ini ketiga mata pelajaran tersebut sudah mulai diberikan sejak th 2006, dengan Standar Isi dan Kompetensi Standar yang utuh/lengkap.Buku panduannya juga telah beredar di seluruh Indonesia, tergantung daerahnya masing-masing.</span></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Untuk menerapkan uji coba pelajaran Pusaka di SD telah disebutkan adanya 2(dua) alternatif pengembangan materi pusaka ,yaitu :</span></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">a.Mem</span><span lang="sv-SE">buat materi pelajaran Pusaka </span><span lang="sv-SE"><strong>secara utuh/satu paket</strong></span><span lang="sv-SE">,yang dapat ditambahkan dalam Mulok.</span></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">b.</span><span lang="sv-SE"><strong>Memilah-milah materi</strong></span><span lang="sv-SE"> mana yang dapat dimasukkan kedalam mata pelajaran yang telah ada.</span></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Apabila ingin melakukan uji coba dalam </span><span lang="sv-SE"><strong>waktu singkat</strong></span><span lang="sv-SE">, kemungkinan alternatif kedua lebih ”resonable” untuk diterapkan, dengan sebelumnya diberikan pengantar isi materi Pusaka, secara garis besar namun menyeluruh.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"><strong>IX. BEBERAPA  HAL  YANG  PERLU  DIPERHATIKAN.</strong></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Berdasarkan uraian singkat diatas,</span><span lang="sv-SE"> khususnya tinjauan terhadap 3(tiga) mata pelajaran yg sangat terkait dgn pelajaran Pusaka di SD DKI Jakarta, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sbb:</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">1.Pemerintah telah membuat kurikulum  baku, terakhir dgn dikeluarkannya Peraturan Mendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Dasar Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam ketentuan ini Struktur Kurikulum SD terdiri atas:</p>
<p style="margin-left:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify">a.Mata Pelajaran ( 8 buah)</p>
<p style="margin-left:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify">b.Muatan Lokal/Mulok</p>
<p style="margin-left:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify">c.Pengembangan Diri.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">2.Sebagian materi mata pelajaran Pusaka sudah dimasukkan dalam Kurikulum pendi dikan SD, khususnya Mulok dan mata pelajaran Seni Budaya Dan Kete-rampilan.Terlihat bahwa<span lang="sv-SE"> materi Pusaka belum lengkap, belum fokus, belum dikembangkan, belum terpadu dan belum sistimatis. </span>Cara pemberian materinya juga belum terarah. (lihat<strong> Lampiran)</strong></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">3.Untuk penguasaan kompetensi anak/peserta didik yang berkaitan dengan budaya, pemerintah sudah membagi kompetensi berdasarkan satuan pendidikan sbb : penguasaan materi budaya lokal  secara rinci di tingkat SD, penguasaan materi budaya nasional secara rinci ditingkat SMP, dan penguasaan materi budaya Global secara rinci di tingkat SMA.</p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">4.Pemerintah sebenarnya sudah memberi tempat bagi mata pelajaran pusaka dalam Muatan Lokal/Mulok. Hanya saja belum ada pihak yang mengembangkan dan membuat mata pelajaran Pusaka secara paket, menyeluruh,dan sistematis. <span lang="sv-SE">Artinya mata pelajaran pusaka belum dikembangkan sampai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan silabus, indikator dll</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">5.Untuk membuat paket materi Pusaka yang lengkap dan sistematis, perlu mempertimbangkan beberapa hal sbb :</p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">a.Sebagian isi materi Pusaka sudah diajarkan dalam  pelajaran Mulok  Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta.(PLBJ) dan mata pelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan( SBK ) dan Ilmu Pengetahuan Sosial( IPS.).Kemungkinan dalam mata pelajaran yang lain, sebagian  mata pelajaran Pusaka juga telah dimasukkan. Oleh karena itu harus dibuat satu panduan rinci mengenai materi apa saja yang sudah , dan materi apa yang belum ada dalam setiap mata pelajaran, mulai kelas 1 s/d kelas 6 SD. Dengan demikian buku panduan kedelapan mata pelajaran dan Mulok  nantinya juga perlu direvisi.</p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">c.Materi lengkap tentang pelajaran Pusaka setempat/lokal, daerah, dan Nusantara harus dikumpulkan dalam sebuah buku tersendiri.</p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">b.Isi pelajaran Mulok (PLBJ),mata pelajaran SBK dan IPS ,serta mata pelajaran lain perlu dipilah, kemudian dilebur/ digabungkan agar sesuai dengan isi buku materi Pusaka yang telah dibuat. Oleh karena itu selain membuat buku panduan paket mata pelajaran Pusaka, buku panduan mata Pelajaran lain dan Mulok juga perlu direvisi. Mengingat sejak tahun 2006 buku panduan delapan mata pelajaran dan Mulok sudah beredar dan dipakai di SD, diperlukan waktu dan pengkajian tentang hal ini lebih lanjut.</p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Sebagai penutup, perlu dikemukakan disini bahwa untuk</span><span lang="sv-SE"> dapat mengembangkan pelajaran Pusaka dalam </span><span lang="sv-SE"><strong>waktu yang relatif singkat</strong></span><span lang="sv-SE">, disarankan  untuk melakukan langkah langkah sbb:</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">1</span><span lang="sv-SE">.Membuat Buku panduan </span><span lang="sv-SE"><strong>materi umum</strong></span><span lang="sv-SE"> pelajaran Pusaka secara garis besar namun cukup lengkap,agar guru memiliki visi dan wawasan yang sama tentang pelajaran Pusaka. Isinya difokuskan kepada Pusaka Budaya (</span><span lang="sv-SE"><em>Tangible dan Intangible</em></span><span lang="sv-SE">) dan Pusaka Alam.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2.</span><span lang="sv-SE">.Membuat materi Pusaka  yang akan </span><span lang="sv-SE"><strong>diberikan/disisipkan</strong></span><span lang="sv-SE"> kedalam 8(delapan) mata pelajaran utama dan Muatan Lokal/Mulok. Sebagai contoh telah dibuat perbandingan antara materi Pusaka dengan  materi  3    ( tiga) mata pelajaran di DKI jakarta, dan materi apa yang perlu ditambahkan kedalam mata pelajaran yang ada.( lihat </span><span lang="sv-SE"><strong>Lampiran</strong></span><span lang="sv-SE">).Berdasarkan perbandingan ini dapat ditetapkan materi Pusaka apa yang akan diberikan/disisipkan ke dalam 8(delapan) mata pelajaran dan Mulok.Untuk daerah lain seperti Jogya misalnya, perlu dibuat perbandingan semacam  itu dengan menggunakan materi Pendidikan Lingkungan Budaya Jogya. Buku materi sisipan pelajaran Pusaka perlu disiapkan untuk setiap tingkatan  kelas SD.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">3.</span><span lang="sv-SE">.Melakukan pelatihan pelajaran Pusaka kepada Guru, kemudian menerapkan materi tersebut kedalam mata pelajaran dan Mulok di SD.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">4.</span><span lang="sv-SE">.Untuk Jangka Panjang, perlu dibuat paket mata pelajaran Pusaka yang lengkap dan sistematis (s/d Standar Kompetensi,Kompetensi Dasar,  Silabus,indikator penilaian dll), sambil merevisi Standar  Kompetensi .Kompetensi Dasar, dan Silabus Mata Pelajaran dan Mulok yang ada saat ini. </span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><br />
</span></p>
<p style="margin-left:.95cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;">Gito Utomo</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;">28 Mei 2008</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;">L</span><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE">AMPIRAN</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE">KETERKAITAN  MATERI  PUSAKA  DENGAN  MATERI  MULOK</span></span><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE">(PLBJ)  DAN  IPS SERTA  SBK, DI PENDIDIKAN  SD  DKI  JAKARTA</span></span></p>
<p style="margin-left:.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE"><br />
</span></span></p>
<table style="height:3091px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="449">
<col width="184"></col>
<col width="183"></col>
<col width="182"></col>
<tbody>
<tr style="text-align:center;" valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><strong>Rencana Materi Pusaka</strong></p>
<p align="justify">
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">
<p style="text-align:center;"><span lang="es-MX"><strong>Materi Mulok</strong></span><span lang="es-MX"><strong> (PLBJ) dan  SBK dan IPS</strong></span></p>
</td>
<td width="182">
<p style="margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">
<p style="text-align:center;"><strong>Catatan dan Komentar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;text-align:left;"><strong>Kelas 1 SD</strong></p>
<p align="justify">
</td>
<td width="183">
<p align="justify">
</td>
<td width="182">
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<ol>
<li><span lang="sv-SE">Mengenal dan melakukan permainan tradisional</span><span lang="sv-SE">.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Mengenal dan mengem- bangkan kerjasama</span><span lang="sv-SE"> dgn teman dan keluarga.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Mengenal benda pusaka sederhana seperti : 			bendera,tugu/patung bang unan tradisional dll</span></li>
</ol>
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<ol>
<li><span lang="sv-SE">Mengenal dan melakukan permainan</span><span lang="sv-SE"> dan cerita rakyat/ tradisional Beta- wi.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Mengapresiasi unsur rupa di alam sekitar.</span></li>
<li><span lang="sv-SE">Mengekspesikan diri me- lal</span><span lang="sv-SE">ui 			karya seni (rupa, mu sik, tari) </span></li>
<li>Memahami identitas diri &amp; keluarga dan mendes- kripsi 			lingkungan rumah.</li>
</ol>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;" align="justify">
</td>
<td width="182">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p lang="sv-SE" align="justify">Pengenalan benda pusaka sederhana 			seperti bendera, perlu ditambahkan.</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kelas 2 SD</strong></p>
<p align="justify">
</td>
<td width="183">
<p align="justify">
</td>
<td width="182">
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">1.Mempelajari lagu tradisio-nal di daerahnya 			dan di daerah lain di Indonesia.</span><span lang="es-MX">.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2</span><span lang="sv-SE">.Memahami dan 			melaku-kan permainan tradisional yg lebih kompleks, utk 			mengembangkan kreatifi-tas dan bereaksi thd situasi</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">tak terduga.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">3</span><span lang="sv-SE">.Mengembangkan 			kerjasa-</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">ma tim, tolong menolong, sportivitas dl</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">4.Memahami  keragaman budaya di Indonesia</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;" align="justify">
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.13cm;text-indent:-.13cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">1.Mengapresiasi dan meng-   ekspresikan karya seni (rupa, musik, 			tari) se-derhana.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2.Mengenal dan melakukan </span><span lang="sv-SE"> permainan  dan cerita rakyat Betawi dan mela- konkan cerita rakyat 			Betawi.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">3.Menerapkan nilai-nilai yg terkandung dlm 			permai</span><span lang="sv-SE">n-an dan cerita rakyat Betawi</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">4.Memahami kebersihan lingkungan, mengiden-tifikasi dan 			menunjukkan sikap apresiatif thd alam semesta.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">5.Memahami kedudukan /peran keluarga dan lingkungan.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;" align="justify">
</td>
<td width="182">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">1.</span><span lang="sv-SE">Pemahaman keragaman 			budaya belum diberikan di kelas 2. Untuk DKI Jakarta, juga baru 			dibe-rikan materi budaya Be-tawi.Seni rupa, musik dan tari, baru 			diberikan secara umum dan sederhana. </span>Belum dikaitkan dengan 			keragaman budaya Indonesia.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;" align="justify">2.Pengembangan kerjasama tim dan sportivitas sudah diberikan 			secara sepintas, dlm mata pelajaran Pendi-dikan Kewarganegaraan 			dan Pendidikan Jasmani. O.R., dan Kesehatan. Perlu suatu materi 			masuk- an  khusus tentang hal ini.</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kelas 3 SD</strong></p>
<p align="justify">
</td>
<td width="183">
<p align="justify">
</td>
<td width="182">
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">1.Mengenal kombinasi mu-sik dan permainan yang lebih rumit.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">2.Mengekspresikan gerakan dan musik secara harmo- nis.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">3.Mengembangkan sensiti-vitas, kreatifitas, dan 			mengekspresikan pikiran dan emosinya.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">4.M</span><span lang="es-MX">emahami pusaka 			lokal dan daerah. </span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">5.Mela</span><span lang="sv-SE">kukan kerjasama 			dgn sesama teman dlm rangka  menghayati kebersamaan.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;" lang="sv-SE" align="justify">
</td>
<td width="183">
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">1.Mengapresiasi dan meng-ekspresikan karya seni :</p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">-</span><span lang="es-MX"><strong>rupa</strong></span><span lang="es-MX"> ,dua dan tiga dimen si</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>musik</strong></span><span lang="sv-SE">:alat 			musik ritmis,menyanyikan lagu daerah dan lagu wajib</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>tari</strong></span><span lang="sv-SE"> : gerak dan penyaji an tari daerah,dengan atau tanpa musik.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">2.Memahami permainan rakyat Betawi</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">3.Memahami cerita rakyat Betawi.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">4.Memahami upacara adat Betawi.(turun tanah)</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">5.Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama di sekitar rumah 			dan sekolah.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">6.Memahami jenis peker jaan dan penggunaan uang.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">7.Memahami keindahan se-kolah dan 			lingkungan-</span><span lang="sv-SE">nya.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">8.Memahami rumah sehat.</p>
<p align="justify">
</td>
<td width="182">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Materi 			yang perlu ditam</span><span lang="sv-SE"> bahkan ke dalam Mulok 			a.l. :</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;" align="justify"><span lang="sv-SE">1. Melakukan kunjungan ke</span><span lang="sv-SE"> lokasi pusaka budaya </span><span lang="sv-SE"><em>tangible </em></span><span lang="sv-SE">lokal/ 			daerahnya.</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kelas 4 SD</strong></p>
<p align="justify">
</td>
<td width="183">
<p align="justify">
</td>
<td width="182">
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">1.Mengenal pusak</span><span lang="sv-SE">a 			keluar-ga.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2.Mengenal bangunan dan monumen bersejarah 			lokal /setempat.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">3.Mengenal lokasi dan pe-mukiman  bersejarah 			lokal /setempat</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">4.Mengenal peralatan hidup lokal</span><span lang="sv-SE">/setempat</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">5.Meng</span><span lang="sv-SE">enal pusaka 			industri lokal/setempat</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">6.Mengenal pusaka alam lokal/setempat</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">7.Mengenal tradisi lisan, cerita rakyat lokal/ 			setempat</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">8.Mengenal permainan rak yat lokal/setempat</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">9.Mengenal kerajinan tang- an setempat spt: 			anyaman, boneka, wayang dll.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">10.Mengenal tari tradisional dan tari rakyat 			lokal/ setempat</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">11.Mengenal musik alam dan tradisional</span><span lang="sv-SE"> lokal/ setempat </span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">12.Mengenal olah raga</span><span lang="sv-SE"> dan seni bela diri tradisional lokal/setempat</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">13.Mengenal pusaka/resep makanan tradisional 			lokal /setempat</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">14.Mengenal adat istiadat/ hukum  			setempat/lokal </span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;" lang="sv-SE" align="justify">
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">1.Mengapresiasi dan meng-ekspresikan karya seni :</p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>rupa 			terapan</strong></span><span lang="sv-SE"> di daerah setempat</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>musik</strong></span><span lang="sv-SE">: 			alat musik rit-mis,menyanyikan lagu daerah dan lagu wajib</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>tari </strong></span><span lang="sv-SE">: gerak dan penyaji an tari daerah 			lain,dengan atau tanpa musik</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">2.Mengapresiasi dan mem</span><span lang="es-MX">-buat 			kerajinan tangan da-erah dgn motif hias daerah.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">3..Memahami sarana dan sarana transportasi.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">4.Memahami berbagai je</span><span lang="sv-SE">-nis 			alat komunikasi.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">5..Memahami permainan rakyat Betawi</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">6.Memahami cerita rakyat Betawi.dan melakonkan cerita tsb.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">7.Memahami upacara adat Betawi.(khitanan)</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">8..Memahami manfaat air bersih dan penampungan air.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">9.Memahami sejarah, ke-nampakan alam, dan ke-ragaman suku bangsa 			s/d tingkat propinsi.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">10.Memahami sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan 			teknologi dilingkungan kab/kota dan propinsi.</p>
<p align="justify">.</p>
</td>
<td width="182">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Materi 			Pusaka yang perlu ditambahkan kedalam Mu-lok a.l :</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">1.Pengenalan terhadap makanan tradisional dan pengobatan setempa.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">2.Pengenalan terhadap pemukiman/bangunan tra-disional setempat.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">3.Pengenalan terhadap hasil kerajinan tangan setem-pat.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;" lang="sv-SE" align="justify">4.Pengenalan terhadap seni bela diri tradisional.</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kelas 5 SD</strong></p>
<p align="justify">
</td>
<td width="183">
<p align="justify">
</td>
<td width="182">
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">1.Mengenal pusaka keluar-ga,setempat,dan daerah.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">2.Mengenal </span><span lang="es-MX">bangunan 			dan</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">monumen bersejarah da-erah</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">3.Mengenal lokasi dan pe-mukiman  bersejarah 			dae-rah </span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">4.Mengenal peralatan hidup daerah</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">5.Mengenal pusaka indus-tri.daerah</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">6.Mengenal pusaka alam daerah</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">7.Mengenal tradisi lisan, cerita rakyat daerah</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">8.Mengenal permainan rak yat daerah</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">9.Mengenal kerajinan tang- an daerah spt: 			anyaman, boneka, wayang dll.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">10.Mengenal tari tradisional dan tari rakyat 			daerah</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">11.Mengenal musik alam dan tradisional daerah</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">12.Mengenal olah raga dan seni bela diri 			tradisional daerah</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">13.Mengenal pusaka/resep makanan tradisional 			dae-rah</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">14.Mengenal adat istiadat/ hukum  daerah </span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;" lang="sv-SE" align="justify">
</td>
<td width="183">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">1.Mengapresiasi dan meng-ekspresikan karya seni :</p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>rupa 			: </strong></span><span lang="sv-SE"> topeng, motif</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">hias daerah .</p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>musik</strong></span><span lang="sv-SE">: 			alat musik rit-mis,menyanyikan lagu daerah dan lagu wajib</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>tari </strong></span><span lang="sv-SE">: gerak dan penyaji an tari daerah 			lain dg iringan musik</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2.Mengapresiasi kerajinan tangan daerah dan 			membuat benda dgn teknik konstruksi serta kerajinan makrame.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">3..Memahami pentingnya terumbu karang dlm ekosistem laut.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">4..Memahami permainan rakyat Betawi</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">5</span><span lang="sv-SE">.Memahami cerita 			rakyat Betawi.dan melakonkan cerita tsb.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">6.Mampu mengapresiasi dan mengekspresikan seni pertunjukan  dan 			tari Betawi.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">7.Memahami </span><span lang="sv-SE">upacara 			adat Betawi (nujuh bulan).</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">8..Memahami jenis peru-mahan</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">9.Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yg berskala 			nasional pada masa Hin du-Buddha dan Islam, keragaman kenampakan 			dan suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">10.Memahami tatacara ber-kunjung ke kantor per-wakilan negara 			sahabat</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">11.Menghargai peran tokoh pejuang dan masyarakat kemerdekaan 			Indonesia.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p align="justify">..</p>
</td>
<td width="182">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Materi 			pusaka yang perlu ditambahkan a.l :</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">1.Mengenal dan  mengun-</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">jungi bangunan dan mo-numen bersejarah daerah.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">2.Mengenal dan mengun- jungi lokasi dan pe-mukiman daerah.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">3.Mengapresiasi peralatan hidup daerah.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">4.Mengenal dan mengunju- ngi pusaka industri daerah.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">5.Mengenal pusaka alam daerah.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">6.Mengapresiasikan olah raga dan seni bela diri tradisional 			daerah.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">7.Mengapresiasi pusaka makanan tradisional da-erah.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;" align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Kelas 6 SD</strong></p>
<p align="justify">
</td>
<td width="183">
<p align="justify">
</td>
<td width="182">
<p align="justify">
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="184">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">. 1.Mengenal pusaka keluar-ga,setempat,dan daerah dan nasional.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">2.Mengenal bangunan dan monumen bersejarah nusantara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">3.Mengenal lokasi dan pemukiman  bersejarah nusantara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">4.Mengenal peralatan hidup nusantara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">5.Mengenal pusaka industri nusantara</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">6.Mengenal pusaka alam nusantara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">7.Mengenal tradisi lisan, cerita rakyat nusantara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">8.Mengenal permainan rak yat nusantara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">9.Mengenal kerajinan tang- an nusantara spt: anyaman, boneka, 			wayang dll.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">10.Mengenal tari tradisional dan tari rakyat nusantara.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">11.Mengenal musik alam dan tradisional  nusantara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">12.Mengenal olah raga dan seni bela diri 			tradisi-onal.nusantara</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">13.Mengenal pusaka/resep makanan tradisional  			nu – santara.</span></p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">14.Mengenal adat istiadat/ hukum  daerah lain dan nusantara</p>
<p lang="sv-SE" align="justify">
</td>
<td width="183">
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">1.Mengapresiasi dan meng-ekspresikan karya seni :</p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>rupa 			:</strong></span><span lang="sv-SE">membatik, motif hias daerah, boneka 			dll</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>musik</strong></span><span lang="sv-SE">: 			alat musik rit-mis,menyanyikan lagu dan musik nusantara.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">-</span><span lang="sv-SE"><strong>tari </strong></span><span lang="sv-SE">: gerak dan penyaji an/pegelaran 			tari nusan-tara dg iringan musik</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">2.Mengapresiasi karya ke-rajinan anyaman dan 			membuat mainan beroda.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">3.Memahami pentingnya ka </span><span lang="sv-SE">li 			bersih dan udara ber-sih.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">4.Memahami manfaat para wisata.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-MX">5.Memahami bahaya keba karan.</span></p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">6.Memahami cerita rakyat Betawi</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">7.Memahami upacara adat Betawi (perkawinan).</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">8.Mengidentifikasikan terjadinya peresapan air laut.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" align="justify">9.Memahami perkembang an wilayah Indonesia, kenampakan alam dan 			keadaan sosial negara di Asia Tenggara, serta benua-benua.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">10.Mampu mengapresiasi dan mengekspresikan musik kroncong.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">11.Memahami  penghijauan bagi kelestarian lingku ngan</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">12.Memahami gejala alam yg terjadi di Indonesia.</p>
<p style="margin-left:.45cm;text-indent:-.45cm;" lang="es-MX" align="justify">13.Memahami peranan bangsa Indonesia di era global.</p>
</td>
<td width="182">
<p style="margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Materi 			pusaka yang perlu ditambahkan a.l :</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">1.Mengenal dan  mengun-jungi bangunan dan mo-numen bersejarah 			nusan- tara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" lang="es-MX" align="justify">2.Mengenal dan mengun- jungi lokasi dan pe-mukiman nusantara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">3.Mengapresiasi peralatan hidup nusantara.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">4.Mengenal dan mengunju- ngi pusaka industri nusantara.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">5.Mengenal pusaka alam nusantara</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">6.Mengapresiasikan olah raga dan seni bela diri tradisional 			nasional.</p>
<p style="margin-left:.32cm;text-indent:-.32cm;margin-bottom:0;" align="justify">7.Mengapresiasi pusaka makanan tradisional nasional.</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-left:2.22cm;text-indent:-1.91cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.95cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<br />Posted in Sumberdaya Tagged: kerangka materi, kurikulum, kurikulum sekolah dasar, metode pembelajaran, muatan lokal, penerapan, standard kompetensi, standard nasional pendidikan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=43&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/mengembangkan-materi-pusaka-ke-dalam-pendidikan-sekolah-dasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46b1b30ecd60e456d46fc4220034b638?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elantowow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahan Kerangka Kerja Pelatihan untuk Guru</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/bahan-kerangka-kerja-pelatihan-untuk-guru/</link>
		<comments>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/bahan-kerangka-kerja-pelatihan-untuk-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 14:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elantowow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Modul]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka materi]]></category>
		<category><![CDATA[metode pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[pusaka alam]]></category>
		<category><![CDATA[pusaka budaya]]></category>
		<category><![CDATA[pusaka tak teraga]]></category>
		<category><![CDATA[pusaka teraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendidikanpusaka.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan Pusaka untuk Sekolah Dasar di Indonesia (draft pada tanggal 23 Juli 2008) I. Pengantar mengenai Pelestarian Pusaka Apakah Pusaka dan Pelestarian itu? Perkembangan Pelestarian Pusaka Ragam Upaya Pelestarian II. Pusaka Budaya Teraga (Tangible Cultural Heritage) Pusaka Keluarga Pusaka Teraga Terpindahkan (movable) Pusaka Teraga Tak Terpindahkan (non-movable) III. Pusaka Budaya Tak Teraga (Intangible Cultural Heritage) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=39&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendidikan Pusaka untuk Sekolah Dasar di Indonesia</strong> (draft pada tanggal 23 Juli 2008)</p>
<p><strong>I. Pengantar mengenai Pelestarian Pusaka</strong></p>
<ol>
<li>Apakah Pusaka dan Pelestarian itu?</li>
<li>Perkembangan Pelestarian Pusaka</li>
<li>Ragam Upaya Pelestarian</li>
</ol>
<p><span id="more-39"></span><strong>II. Pusaka Budaya Teraga (<em>Tangible Cultural Heritage</em>)</strong></p>
<ol>
<li>Pusaka Keluarga</li>
<li>Pusaka Teraga Terpindahkan (<em>movable</em>)</li>
<li>Pusaka Teraga Tak Terpindahkan (non-movable)</li>
</ol>
<p><strong>III. Pusaka Budaya Tak Teraga (<em>Intangible Cultural Heritage</em>)</strong></p>
<ol>
<li>Tradisi Lisan</li>
<li>Aksara dan Literatur</li>
<li>Musik</li>
<li>Tari</li>
<li>Teater</li>
<li>Teater Boneka</li>
<li>Seni Rupa</li>
<li>Kerajinan Tangan</li>
<li>Pakaian</li>
<li>Perdapuran (Kulinari)</li>
<li>Pengobatan Tradisional</li>
<li>Bela Diri</li>
<li>Permainan Tradisional</li>
<li>Adat Istiadat</li>
<li>Budi Pekerti dan Tata Perilaku</li>
</ol>
<p><strong>IV. Pusaka Alam (<em>Natural Heritage</em>)</strong></p>
<ol>
<li>Istana dan Lingkungan Alam</li>
<li>Tumbuhan dan Filosofi Tradisional</li>
<li>Sistem Ekologis</li>
</ol>
<p>Setiap sub-bab akan berisi:</p>
<p>Bahan mengajar:</p>
<ol>
<li>Pengertian (untuk guru)</li>
<li>Penjelasan singkat (untuk guru)</li>
<li>Informasi dan bahan acuan tambahan (untuk guru)</li>
</ol>
<p>Bagaimana mengajarkannya pada siswa:</p>
<ol>
<li>Pesan kepada siswa (untuk guru)</li>
<li>Metode pembelajaran (untuk guru)</li>
<li>Contoh penugasan praktis untuk siswa</li>
</ol>
<br />Posted in Modul Tagged: kerangka materi, metode pembelajaran, Modul, pusaka, pusaka alam, pusaka budaya, pusaka tak teraga, pusaka teraga <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=39&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/bahan-kerangka-kerja-pelatihan-untuk-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46b1b30ecd60e456d46fc4220034b638?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elantowow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Notulen Pertemuan Forum Guru Pendidikan Pusaka I</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/notulen-pertemuan-forum-guru-pendidikan-pusaka-i/</link>
		<comments>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/notulen-pertemuan-forum-guru-pendidikan-pusaka-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elantowow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekam Proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendidikanpusaka.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 24 Januari 2008 di Karta Pustaka Jl. Bintaran Tengah No. 16  Yogyakarta Agenda: Pembukaan Presentasi rencana program pendidikan pusaka oleh setiap sekolah Istirahat Presentasi model pendampingan oleh tim pendidikan pusaka Diskusi Pukul 09.20 Elanto Wijoyono Pembukaan. Penjelasan agenda acara kepada para peserta (guru). Sambil menunggu Bu Anggi dan Mba Nia, meminta Pak Suhadi memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=30&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sabtu, 24 Januari 2008 di Karta Pustaka Jl. Bintaran Tengah No. 16  Yogyakarta</strong></p>
<p>Agenda:</p>
<ol>
<li>Pembukaan</li>
<li>Presentasi rencana program pendidikan pusaka oleh setiap sekolah</li>
<li>Istirahat</li>
<li>Presentasi model pendampingan oleh tim pendidikan pusaka</li>
<li>Diskusi</li>
</ol>
<p><span id="more-30"></span>Pukul 09.20</p>
<p>Elanto Wijoyono</p>
<p>Pembukaan. Penjelasan agenda acara kepada para peserta (guru).<br />
Sambil menunggu Bu Anggi dan Mba Nia, meminta Pak Suhadi memberikan sedikit pengantar mengenai pengalaman mengikuti workshop pendidikan pusaka di India pada Desember 2008 lalu.</p>
<p>Pukul 09.26</p>
<p>Suhadi Hadiwinoto</p>
<p>Saya mau sedikit sharing mengenai workshop pendidikan pusaka di India.<br />
Mereka membuat sebuah buku passport, kecil dan tipis, yang diberikan kepada setiap anak. Anak-anak harus mengisi buku itu, mulai dari informasi mengenai dia sendiri dan keluarganya, di 6 halaman awal. Halaman sisanya diisi dengan apa saja yang dia lihat selama sekian waktu. Jadi, buku catatan itu berisi apa yang dia lihat. Catatan itu dalam satu tahun akan terkumpul apa saja yang sudah dia perhatikan. Dan itu ada beberapa bentuk untuk diceritakan, misal mengenai bangunan, apa yang menarik untuk diceritakan dari bangunan itu.<br />
Saya kira hal semacam ini dapat sangat praktis untuk mendorong anak2 mengamati dan menceritakan apa yang mereka alami. Di akhir program guru bisa menangkap apa yang penting menurut anak.</p>
<p>Jadi, ini saya kira bisa diisi dengan berbagai topik. Misal, mulai dari hal2 yang berkenaan dengan tangible heritage, seperti bangunan, kendaraan. Juga intangible heritage, seperti ketika dia menonton wayang, dan tari, atau ketika dia piknik ke pantai atau gunung.<br />
Ini satu hal yang praktis dan sangat murah, dan bukunya tidak tebal, sehingga mudah dibawa.</p>
<p>Pukul 09.30</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Presentasi pagi ini kami rencanakan akan dibagi per wilayah. Namun, karena saya melihat siapa yang sudah datang dan paling siap, silakan terlebih dahulu. Tampaknya semua sudah ada. Kulon Progo kurang Wonorejo. Bantul, Kota, dan Sleman tampaknya sudah lengkap.</p>
<p>Presentasi Sesi I: Bantul</p>
<p>Nur Ahmadi</p>
<p>Kami dari Bantul ada dari MI Giriloyo I dan II, serta SDN Bantul Manunggal.<br />
Untuk MI Giriloyo I, kami telah melaksanakan ekstrakurikular batik mulai bulan September 2008 hingga Desember 2008. Kebetulan kami ada pendampingan dari Lapis, yg kami manfaatkan utk kegiatan itu. Kami mulai dari kelas 4 dan kelas 5.<br />
Yang sudah kami laksanakan adalah pertemuan setiap minggu satu kali pertemuan, dua jam pelajaran.</p>
<p>Pertemuan pertama: pengetahuan ttg batik dan alat bati, sertamotif batik yg ada di Giriloyo<br />
Pertemuan kedua: pola batik, polanya masih bebas. Bahkan bisa muncul pola Naruto krn anak2 suka nonton film Naruto. Yang penting anak2 bisa menggunakan canting dan membatik dulu. Motif yang digambarkan bebas.<br />
Pertemuan ketiga: praktik membatik; setelah membuat pola. Kadang ada yang masih canggung, ragu kalo kepanasan atau tidak. Kami minta utk dia coba di kertas dulu. Kalau sudah cukup mampu, akan dilanjutkan di selembar kain yang tidak lebar, mungkin 30 x 30 cm.<br />
Pertemuan keempat: proses pewarnaan, kami siapkan pewarna remasol yg sudah ada warnanya. Karena anak suka dengan warna yang sudah ada / tersedia langsung. Setelah itu anak2 kita ajak utk praktik penguncian warna agar warna tidak luntur. Lalu proses selanjutnya, anak kita ajak untuk praktik pelorotan lilin.<br />
Jadi, walaupun anak tidak terjun langsung, tp anak kita ajak lihat langsung untuk melihat prosesnya karena proses ini menggunakan api dan air mendidih. Setelah praktik itu adalah proses pencucian, dan penjemuran. Untuk hal ini anak2 kita ajak praktik langsung. Anak2 seneng dengan hal ini, bisa lari2.</p>
<p>Masalah pembatikan seperti ini, ada kendala; kadang siswa jenuh juga. Dua jam pelajaran membatik itu kadang membuat jenuh dan anak2 keburu bermain hal yang lain. Kami perlu masukan kira2 bagaimana agar anak2 bisa tetap konsentrasi membatik. Namun, kadang kalau sudah bermain dan capek, dia akan kembali membatik lagi.<br />
Kalau praktik di rumah, kami memang kadang siapkan mainan juga. Jadi, kalau bosan bisa bermain. Bedanya, kalau di rumah kan tidak ada batasan waktu. Sementara kalau di sekolah kan terbatas waktu.</p>
<p>Tiga bulan yang lalu, itulah yang sudah dilaksanakan di MI Giriloyo.<br />
Ada beberapa sampel yang dibawa.  Rekan2 guru bisa mencontoh juga jika berminat.<br />
Ini ada beberapa contoh, dari kain yang hanya bergambar pola, sampai yang sudah diwarnai (contoh ditampilkan oleh Mas Nur)<br />
Setelah jadi, bapak dan ibu guru yang bisa menjahit kita minta menjahit, untuk dirapikan. Mungkin nanti jika temen2 ada seminar, bisa datang ke MI Giriloyo.<br />
Itu tiga bulan yang sudah kami laksanakan di MI Giriloyo.</p>
<p>Bagaimana jika belum dapat dampingan, sekolahnya?<br />
Mungkin bisa kita selipkan di pelajaran2 lain,</p>
<p>Untuk ke depan, kami juga sudah rencanakan pada Januari &#8211; Juni 2009.<br />
Standard kompetensi: mengapresiasi batik<br />
porsi: memahami batik di sekitar Giriloyo<br />
metode:<br />
- mengenal motif (2 jam)<br />
- mengenal bahan dan pewarna batik (4 jam)<br />
- mengenal fungsi batik</p>
<p>praktik pelaksanaan:<br />
- kunjungan ke perajin batik yang sedang membuat pola atau desain<br />
- membuat pola dan desain batik di kertas dan kemudian dituangakn di kain<br />
- membatik di kain yang sudah didesain (kendala: anak mudah jenuh)<br />
- memberi warna pada kain yang telah dibatik<br />
- kunjungan ke perajin batik yg sedang melakuakn pewarnaan dan penguncian warna dan pelorotan<br />
- penjemuran</p>
<p>Itu yg akan kami lakukan di Giriloyo I<br />
Baru satu hal ini yang akan kami lakukan</p>
<p>Ibu Istinganah (MI Giriloyo II)</p>
<p>MIG II juga membatik, karena satu lokasi, gurunya juga cuma satu, yakni Pak Nur. Kegiatannya juga sama, tidak perlu dikupas lagi. Hanya di sini yang pernah kami sosialisasikan di Prambanan dulu adalah mengutamakan jangan sampai Bahasa Jawa punah. Sebelum kami mengikuti program ini, kami sudah laksanakan penggunaan Bahasa Jawa. Setiap hari dari Senin hingga Sabtu, kelas 4,5,6, MI I dan II harus bicara dengan Bahasa Jawa. Selain itu, guru juga masuk kelas juga dengan Bahasa Jawa.<br />
Juga kami ajarkan menulis aksara Jawa, alih aksara ke latin juga.</p>
<p>Kami latihkan macapat juga. Setiap sore, MI I dan II dari 2-4pm mengadakan ekstrakurikular macapatan; mulai dari pocung, dandanggula, dan pangkur. Juga panembrama pake gangsa (gamelan), sudah pernah dilombakan. Pernah juara III macapat se Kabupaten Bantul. Panembrama juara harapan I di Kabupaten Bantul.<br />
Ini akan kami teruskan lagi.</p>
<p>Kami juga adakan lomba di sekolah pada akhir semester; ada lomba macapat, lomba alih aksara.<br />
Juga ada kulinari. Sasarannya kelas 4,5,6 di dua MI. Setiap satu bulan sekali pada akhir bulan, diadakan masak-memasak, dua MI bersama. Satu bulan kelas 4 saja, bulan berikutnya kelas 5 saja. dsb.<br />
Pada akhir semester, ada lomba masak untuk makan pagi dan siang. Itu diadakan di akhir masa ujian.</p>
<p>Ada juga rencana kunjungan ke Kotagede untuk melihat Masjid Kotagede utk siswa kelas 4,5,6 kalau ada dana</p>
<p>Kendala<br />
Masalah bahasa, memang di sekolah kami ada anak yang dari Jakarta dan Sumatera, walaupun aslinya dari Giriloyo. Jadi, sering kalau kita pakai bahasa Jawa, mereka kurang paham. Jadi, kami pahamkan sedikit demi sedikit.<br />
Kendala lain dana yang tidak banyak.</p>
<p>Kasmini (SDN Bantul Manunggal)</p>
<p>Kami rencanakan sasaran programnya siswa kelas 1 &#8211; 6. Kami juga pernah lakukan kegiatan ini pada siswa2 sebelumnya, yang sudah lulus juga. Program yang kemarin kami laksanakan hubungannya dengan pelajaran yang dilakukan, tidak tersurat didalamnya pemahaman ttg pusaka. Oleh karena ini kami lakukan kembali program tsb dengan pemahaman pelestarian pusaka</p>
<p>Januari 2009<br />
- kunjungan ke Masjid Jamik<br />
Kami masih belum tahu juklak BOS apakah boleh utk outbound atau tidak. Jika tidak, maka akan kami alihkan ke KBM (kegiatan belajar mengajar)<br />
Masalah kami juga dana. Hingga Januari tgl ini, dana belum cair. Dana per 08 sudah habis. Outbound ini tidak banyak biaya karena hanya jalan2.<br />
- unggah ungguh; dengan hari berbahasa Jawa</p>
<p>Februari 2009<br />
- jelajah pusaka; sasaran kami satu lokasi: Makam Imogiri, batik Giriloyo, dan pengobatan alternatif gurah, diikuti sekitar 80 siswa</p>
<p>Maret 2009<br />
- kelas 5 (dua kelas): kunjungan ke Tembi (desa wisata budaya) dan Kasongan (desa gerabah)</p>
<p>April 2009<br />
- kulinari: masak jajanan tradisional dan pemasarannya. Bahannya dari yang ada di sekitar, seperti ketela. Kami pasarkan ke tamu2 yang datang ke sekolah (membuat event)<br />
Kami kerjasama juga dengan wali murid yang punya dagangan di rumah, untuk kita pinjam. Yang laku kita bayar. Anak2 akan ambil keuntungannnya. Anak2 yang akan menawarkan dagangannya. Ini masuk pelajaran matematika. Saat memasak juga, modal juga harus dihitung, tahu biaya produksi dan harga jual<br />
- seni karawitan; sasaran kelas 1 &#8211; 6.<br />
peralatan kami sudah ada<br />
Dolanan anak juga sudah ada, sejak kelas 1<br />
Juga ada reog, dari kelas 4 &#8211; 6, terutama yang laki-laki sangat antusias, terutama ketika ada yang menonton.</p>
<p>Mei 2009<br />
- jelajah pusaka di sekitar saja, dekat saja: Jelantoro, Gua Selarong, Gua Cerme, Desa kerajinan Krebet (desa kerajinan batok dan serabut kelapa), Makam Sewu, Tuk Ngembel, Tiang Aniem<br />
Belum tentu anak2 kami tahu peninggalan2 tersebut.</p>
<p>Juni 2009<br />
- jelajah pusaka, untuk kelas 5 dan 6 ke Pabrik Gula Madukismo, Keraton Yogyakarta, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo, Candi Prambanan, Boko, Sewu, dan Bubrah. Mereka kita minta buat laporan dan kita kumpulkan di perpustakaan.</p>
<p>Kendala kami adalah dana. Kegiatan kami lakukan dengan dana BOS. Kepala sekolah membolehkan selama juklak BOS membolehkan.</p>
<p>Hasil dari Prambanan sudah kami sosialisasikan di rapat dewan guru dan didukung oleh para guru.</p>
<p>Kendala lain adalah SDM, khususnya untuk kegiatan Java Day (hari berbahasa Jawa), karena guru tidak semua dari Jawa atau dari Bantul. Java Day ini akhir2 ini agak bergeser karena banyak digembleng dengan Bahasa Inggris. Termasuk guru2nya harus mampu ke arah itu. Kami berdua punya tanggung jawab untuk Java Day ini berjalan di hari Jumat karena lima hari di luar hari Jumat, siswa fokus dengan bahasa Inggris.</p>
<p>Pukul 10.13</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Kalau saya tidak salah tangkap, yang dipaparkan adalah rencana.</p>
<p>Kasmini</p>
<p>Tahun dulu sudah dilaksanakan, tetapi dulu kami tidak melaksanakannya dalam kerangka pusaka budaya.</p>
<p>Bu Anggi</p>
<p>Kalau yang sudah dilakukan dalam 3 bulan ini?</p>
<p>Kasmini</p>
<p>Kunjungan ke museum dan candi, karawitan sudah, kulinari sudah juga.</p>
<p>Wulan (SD Budi Mulia Dua, Sleman)<br />
Bantul kultur Yogya-nya masih kuat, tidak seperti di Sleman.<br />
Saya semangati untuk Java Day.<br />
Intinya bukan bahasanya, tapi semangatnya.</p>
<p>Hairus Salim</p>
<p>Apakah yang tidak membebani bisa dilakukan juga. Hari memakai batik misalnya?</p>
<p>Nur Ahmadi (Giriloyo)</p>
<p>Untuk pakaian batik, itu di hari Jumat dan Sabtu, tapi bukan batik Giriloyo. Batik Giriloyo terlalu mahal. Kita malah pakai kain cap motif batik.<br />
Kami berharap juga ke sekolah2, batik dibikin minimalis bisa murah juga karena Giriloyo juga sentra batik. Lebih baik jika kita pakai batik buatan sendiri.</p>
<p>Hairus Salim</p>
<p>Java Day tadi, justru di Sleman, tuntutan utk itu harus lebih tinggi karena ancaman hilangnya lebih tinggi. Bantul belum akan lebih cepat hilang daripada di Sleman.<br />
Java Day lebih dituntut relevansinya di Kota Yogyakarta dan Sleman.</p>
<p>Saya orang Banjarmasin, orang bilang anak saya harus diajari bahasa Banjar krn lingkungan di sini bahasa Jawa. Ini kepentingan saya sebagai satu keluarga.</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Barangkali, Bantul tetap sebagai kebutuhan, ke tingkat yang lebih jauh, seperti ngoko dan krama.</p>
<p>Ada gagasan untuk mengatasi kendala, seperti dana?</p>
<p>M. Daim (SD Kotagede)</p>
<p>Soal kendala, kami coba pecahkan dengan..<br />
Kami berbasis pada semangat menerapkan pendidikan pusaka di Kotagede bersama pak Tukiman. Kotagede kebetulan sudah cukup kaya materi. Masalahnya, hanya bagaimana kita konsentrasi di Kotagede, tapi alurnya bisa mencakup wilayah yang lebih luas. Misal, di Kotagede ada peninggalan Masjid peninggalan P. Senopati. Kami ceritakan ke guru dan anak, pengembangan Sultan Agung, ada perwakilan Mataram di barat (yakni matraman) dan ke Mataram di timur sampai lombok. Tidak perlu dibawa ke sana, tapi dijelaskan melalui buku dan slide foto.</p>
<p>Soal kulinari, kami kewalahan. Dengan kliping, ada banyak sekali kliping yang berhasil dikumpulkan oleh siswa. Mereka punya kreativitas sendiri yang bahkan kita sampai kewalahan. Ada satu dua yang kita tindak lanjuti dengan kunjungan, seperti kipo. Itu yang kita kerjakan untuk mengirit biaya.</p>
<p>Lalu trekker, pramuka kita arahkan ke sana juga. Jadi ada bekal pengetahuan jika ada suasana ke arah pusaka, kita arahkan.<br />
Akhir tahun, kita pikinik juga kita arahkan pada materi yang terkait pusaka.<br />
Juga ke Plered, dan Segoroyoso, yang terkenal dengan Nyi Loro Kidul, yang sebenarnya adalah tokoh sejarah. Segoroyoso adalah bekas kolam peninggalan istri Sultan Agung.<br />
Makam Sewu juga adalah peninggalan Sultan Fatah Demak.<br />
Jadi, ada yang bisa kita sampaikan tanpa keluar uang. Jadi, ketika anak datang ke sana mereka bisa tahu.</p>
<p>Istinganah (MI Giriloyo II)</p>
<p>Kalau cuma diceritakan, misal cerita Adisucipto, kan bayangan dia kalau tidak diajak ke lokasi, mungkin juga kurang mantap. Juga misal kalau ke Kotagede hanya cerita. Lebih baiknya jika cerita sambil jalan ke tempat itu. Sebelumnya malah jangan cerita dulu mungkin. Akhirnya ke biaya juga.</p>
<p>M. Daim</p>
<p>Ini bedanya guru agama dan bukan guru agama. Kita piknik ke surga tanpa harus ke sana, dengan bercerita dulu.</p>
<p>Bu Anggi</p>
<p>Kalau tempatnya terlalu jauh ya bisa diatasi dengan memakai foto atau video.<br />
Berikutnya silakan Sleman; dari Budi Mulia Dua dan Tarakanita Tritis</p>
<p>Pukul 10.36</p>
<p>Presentasi Sesi II: Sleman</p>
<p>Sari Wulandari (SD Budi Mulia Dua)<br />
&#8230;&#8230;.<br />
Selain mata pelajaran dan kegiatan pilihan, ada kegiatan lain yang kita manfaatkan untuk memberikan pengetahuan pusaka, seperti pada saat fieldtrip.</p>
<p>Selama semester 2 ini, Januari &#8211; Juni 2009<br />
Pengenalan dan praktik itu masuk ke pelajaran Kebudayaan Jawa. Itu setiap minggu dilakukan di mata pelajaran.<br />
Hari peringatan, April, kita manfaatkan di Hari Kartini.<br />
Fieldtrip biasanya kita lakukan dua kali.</p>
<p>Yang sudah terlewat adalah presentasi ke guru seharusnya Desember 2008 lalu. Namun, saya berencana untuk menulis dan mengirimkannya ke forum guru agar lebih banyak yang tersampaikan ke guru.</p>
<p>Program HED, kami lakukan dengan 3 hal:<br />
- mata pelajaran: Keb. Jawa (1-6,2 pertemuan, 4jam/minggu), Tapak Suci (masuk mata pelajaran sendiri, kelas 1-6), IPS, Kemahiran Hidup, Musik, Bahasa Indonesia, Kepanduan<br />
- kegiatan pilihan: Karawitan (senin &#8211; kamis, peminat banyak), Pedalangan (diampu Pak Yadi, mengkader dalang cilik utk ikut pentas di luar), Tari (tradisional dan modern)<br />
- kegiatan lain: fieldtrip, peringatan Hari Kartini<br />
Fieldtrip kami akan manfaatkan dengan adanya jaringan guru pendidikan pusaka ini. Kami akan adakan jelajah batik Giriloyo pada minggu Ketiga Februari 2009.</p>
<p>Kendala<br />
Java Day ini memang jadi perdebatan. Orang tua murid sangat berharap pada bahasa Inggris. Banyak kendala seperti sumberdaya manusia dan waktu. Saya sendiri dan tim yang lain dari awal ingin ada Java Day itu tadi.<br />
Soal batik, di tempat kami juga ada, tapi hanya untuk guru saja yang ada hari khusus pakai batik. Namun, ya sama juga kasusnya, karena mahal ya sebagian besar kami memakai kain bercorak batik saja.</p>
<p>Ani (Tarakanita Tritis)</p>
<p>Kami sudah menyusun program dan tidak menambahkan banyak dari yang sudah kami susun dulu.</p>
<p>Januari 2009<br />
Kami ikut pementasan wayang kardus Turcangkem: Turi &#8211; Cangkringan &#8211; Pakem. Walaupun tidak juara, tapi kami senang bisa ikut serta. Siswa membuat sendiri wayang kardus itu di Januari ini.</p>
<p>Feb 2009<br />
Jelajah alam wisata, hiking di bukit Turgo. Sasaran kelas 3,4,5; sekitar tanggal 15 Februari di hari minggu</p>
<p>Maret 2009<br />
Bahasa Jawa, kami ingin praktik bahasa, unggah ungguh, dan aksara Jawa</p>
<p>&#8230;..<br />
Bersama Valuta (nama lembaga), diajak jalan ke Gembiraloka. Anak-anak berkumpul dan bermain dan makan bersama, dari pagi hingga siang.</p>
<p>Sekolah kami memang dapat banyak bantuan, sehingga dana tidak begitu kesulitan.<br />
Kendala lain, hanya pada pengontrolan terhadap anak-anak ketika jalan di lapangan.</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Selain dana, bagaimana dengan SDM?</p>
<p>Ani</p>
<p>Saya juga tidak sendiri juga para guru. Misal, dgn pusaka kuliner, ada guru yang bisa mengajari. Juga bahasa Jawa, ada guru yang akan memimpin. Semua guru terlibat, juga komite sekolah. Kami ada pertemuan rutin dengan Komite Sekolah setiap 3 bulan sekali.</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Ini barangkali menyenangkan karena muridnya sedikit dan bantuannya banyak dari organisasi, sehingga ada banyak program.<br />
Silakan jika ada tanggapan?</p>
<p>Istinganah (MI Giriloyo II)</p>
<p>Mba Wulan menjelaskan Kebudayaan Jawa, di Budi Mulia Dua bagaimana membedakannya dengan Bahasa Jawa?</p>
<p>Sari Wulandari</p>
<p>Ya otomatis sudah tercakup di dalamnya karena kebudayaan itu lebih luas daripada bahasa Jawa. Pingin lebih banyak yang dilakukan.<br />
Kendalanya memang pada bahasa Jawa tadi karena siswanya heterogen dan berada dari kalangan perkotaan, sehingga di rumah sebagian besar di rumah berbahasa Indonesia. Banyak yang belum bisa bahasa Jawa. Ada yang orang tuanya bukan orang Jawa, ada juga yang baru bisa bahasa Indonesia karena baru pulang dari luar negeri.</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Memang latar belakang budaya yang berbeda, itu tantangan bagaimana menyadarkan anak agar tahu dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung</p>
<p>M. Daim</p>
<p>Saya liat di lambang kabupaten Sleman ada gunungnya, tapi saya belum lihat ada program pendidikan yang mengarah ke sana. Juga agrowisata di Sleman.</p>
<p>Ani Sulistyawati</p>
<p>Di Sleman itu memang terikenal salak pondoh. Kami memang belum programkan ke sana. Tritis sendiri masuk kecamatan Pakem. Hiking ke gunung kami lakukan ke bukit Turgo, yang ada makamnya juga. Program kami, pengenalan hanya sekitar saja, kecuali di bulan Juni yang ada agenda keluar. Tujuan objek agrowisata salak itu akan kami programkan juga karena juga tidak jauh.</p>
<p>Sari Wulandari</p>
<p>Kami tadi tidak sampaikan karena pengenalan saujananya tidak dilakukan di semester dua. Biasanya di fieldtrip, itu biasanya ditentukan di awal semester dan biasanya ada yang tujuannya ke gunung. Untuk yang saya ceritakan tadi, pada semester satu ada acara homestay. Kami pergi biasanya ke daerah Magelang atau Muntilan yang dekat dengan Merapi, dan anak2 bisa hidup di desa dengan keluarga setempat.</p>
<p>Untuk salak, seperti di Turi, saya belum merencanakan itu. Namun, ada contoh yang sudah kami lakukan dua tahun yang lalu, misal di kelas siaga di kepanduan. Di akhir tahun ajaran biasanya ada pesta siaga. Kami camping atau ada trekking di tempat di luar sekolah. Dua tahun lalu di Turi juga di desa wisata.</p>
<p>Dwita Hadirahmi</p>
<p>Berkaitan dengan alam, kelihatan ada dua kondisi yang berlainan. Sekolah yang ada di pedesaan, boleh dikata setiap hari sudah menikmati alam. Kalau sekolah di kota memang bisa dikatakan jauh dari alam. Harus usaha keras agar murid2nya bisa kenal alam dengan baik.<br />
Anak saya sekarang kelas dua (di Budi Mulia Dua), dan kalau mau kenal alam harus menunggu berapa tahun untuk dapat kegiatan homestay. Mungkin juga sekolah di kota bisa mengenalkan muridnya dengan yang berabu alam itu dengan tanaman. Kalau Budi Mulia Dua apakah karena tempatnya sempit, hampir semuanya diberi perkerasan. Di sekolah lain mungkin sudah ada lahan yang dipakai untuk menanam tanaman obat, bumbu, dan selain tanaman hias. Juga ada lahan yang digunakan untuk kolam ikan,untuk mengenalkan anak ada spesies hidup di air. Syukur2 kalao ikan yang produktif seperti lele dan gurameh.</p>
<p>Anggi MInarni</p>
<p>Terima kasih, berikutnya dari Gunung Kidul!</p>
<p>Presentasi Sesi III: Gunungkidul</p>
<p>Bu Titi (SDN Jragum, Semanu)</p>
<p>Saya dari Gamping dan bekerja di Semanu.<br />
Untuk program ini, ke depan, karena siswanya juga tidak terlalu banyak, juga jumah guru yang terbatas. Guru juga terbagi dua&#8230; separuhnya rumahnya jauh, ada yang di Sleman dan Dlingo.</p>
<p>Kendala, selain kendala dana adalah SDM, terutama SDM guru.<br />
Namun, untuk program ini kami fokus pada kelas 4,5,6 dan tidak menutup kemungkinan di kelas 1,2,3 yang dari dulu pun sudah melaksanakan pendidikan pusaka ini. Di sekolah kan ada pelajaran Bahasa Jawa, yang di Budi Mulia Dua disebut Kebudayaan Jawa yang lebih luas.  Dari pelajaran ini kami bisa cakupkan kebudayaan, permainan, dan kesenian.<br />
Kelas 4 dan 5 kami ada program di bulan Desember sudah melaksanakan wisata alam, karena di sana ada banyak gua; Bribin dan Toto (?). Di sekitar sekolah juga ada banyak bukit.<br />
Wisata kuliner, kebetulan di sekitar sekoalh kami ada banyak pohon ketela dan kacang. jadi, kulinari kami ambil dari bahan2 itu.<br />
Walaupun Gunungkidul terkenal dengan tiwulnya, pernah kami praktik membuat tiwul. Namun, ternyata anak2 banyak yang tidak bisa membuat. Tiwul di Gunungkidul sekarang sudah hampir tidak ada dan sudah jadi tiwul instan.</p>
<p>Program ini kami sisipkan di pelajaran Bahasa Jawa dan IPS.<br />
Rencana ke depan, kami akan mengembangkan kesenian reog. Kebetulan banyak orang tua murid yang bisa bermain reog.<br />
Kami juga sudah pernah jelajah ke perajin genteng dan patung batu. Namun, ini memang belum terprogram mau berapa bulan sekali. Nanti detailnya ada di catatan yang dibawa Pak Ganang.<br />
Kelas 6 hanya akan difokuskan pada bahasa Jawa. Karena mereka fokus untuk ujian dan memang jumlahnya sedikit, hanya 14 anak.</p>
<p>Februari akan ada karya wisata ke Kraton Yogyakarta dan Taman Pintar, dan harapannya bisa ada laporannya.</p>
<p>Ada rencana membuat museum benda-benda pusaka desa di sekolah.</p>
<p>Bu Puji (SDN Selang)</p>
<p>Ada beberapa program yang sudah kami jalankan dan ada yang belum dijalankan juga. Kami baru bisa memulai dari bulan Januari dan bulan Juni.<br />
Ada tanggapan positif dan negatif. Sekolah kami adalah hasil regrouping, sehingga cukup besar dan beda karakter. Jadi, kalau ada program baru pasti akan ada yang pro dan kontra. Namun, kami sudah sosialisasikan dan sebagian besar mendukung.</p>
<p>Enam bulan ke depan, kami fokuskan pada kelas 4. Kendala pada SDM dan dana.<br />
Walaupun sebenarnya pendidikan pusaka ini sudah kami jalankan sejak lama, hanya tidak tahu pamahaman mengenai pusakanya.</p>
<p>Desember 2008 kemarin sudah coba dengan program berbahasa Jawa yang benar. Ada guru Bahasa Jawa dan sudah dilaksanakan. Pembelajaran di kelas 4 ini lebih detail daripada kelas yang lain.<br />
Kami ikut lomba alih aksara juga, SD Selang mewakili Kecamatan, walaupun belum menang, tapi kami bangga siswa kami masih bisa menulis Jawa dengan baik.</p>
<p>Januari 2009<br />
- lagu jawa, tari (guru tari dari ISI)<br />
- permainan tradisional (kami sudah coba dakon di awal bulan ini)<br />
ternyata cara main guru dan anak sekarang berbeda<br />
Dilanjutkan pada ekstrakurikular pramuka</p>
<p>Februari 2009<br />
- jelajah alam<br />
- kunjungan ke pembuat Tiwul</p>
<p>Saya juga ingin belajar dari ibu dari Bantul Manunggal untuk mengelola Java Day. Memang setiap hari mereka pakai bahasa Jawa sehari-hari, tapi unggah-ungguh berbahasanya masih kurang. Kami akan belajar bagaimana penerapannya di Bantul.</p>
<p>Karya wisata<br />
Kami programkan setiap dua tahun. 30 Desember lalu kami adakan karya wisata. Kalau dulu hanya jalan saja, sekarang kami terapkan pemanduan selama di jalan juga.<br />
Ada siswa kami yang belum pernah sekalipun ke Yogya juga. Kunjungan ke tempat2 baru ini adalah kesenangan tersendiri bagi siswa kami dan hanya akan kami lakukan lagi dua tahun lagi karena kendala biaya. Kami memberitahunya sejak dua tahun sebelumnya, sehingga siswa bisa bersiap dengan menabung setiap Senin</p>
<p>Sumber dana kami hanya dari BOS dan komite sekolah. Jika ada yang tidak bisa diambil dari BOS, kami akan cari alternatif lain.</p>
<p>Tukiman (SDN Kotagede)<br />
&#8230;&#8230;..</p>
<p>Titi</p>
<p>kulinari Gunungkidul &#8230;<br />
Semoga di sekolah kami dapat mempraktikkannya juga. Bapak kepala sekolah (Mursidi) yang sebenarnya dari Bantul, tapi sudah lama di Gunungkidul, malah lebih rajin bikin kulinari tradisional. Pak Mursidi juga bisa buat gudeg dan tiwul juga. Semoga kami bisa melakukan dan melestarikan itu.<br />
Saya sendiri suka tiwul, tapi cari tiwul cukup sulit, kecuali harus pesen dulu.</p>
<p>Puji</p>
<p>Kenapa tidak mau makan tiwul, karena anggapan status sosial. Kalau sudah masak dan makan nasi itu dianggap sudah sejahtera.<br />
Kedua, beras juga lebih mudah didapat daripada gaplek. Gaplek disimpan terlalu lama juga tidak bagus, sehingga biasanya mereka punya gaplek langsung dijual. Mereka mudah dapat jatah beras miskin dan mudah masak nasi.<br />
Anak-anak bilang tiwul ini makanannya nenek (simbah). Proses pembuatannya juga sulit.</p>
<p>SDN Ungaran I</p>
<p>Kalau di Gunungkidul, tiwul tidak disenangi. Malah kalau di kota ini jadi masakan favorit. Juga disenangi orang tua murid. Ketika outbond, orang tua murid suka menunggu kulinari tradisional. Juga untuk melayani tamu.</p>
<p>Sari Wulandari</p>
<p>Saya juga suka makan tiwul yang dibungkus daun pisang.<br />
Soal museum, bagaimana konsepnya?</p>
<p>Titi</p>
<p>Museum akan dibangun di sekolah. Namun, ini baru diprogramkan dan baru dilobikan ke wali murid.</p>
<p>Sari Wulandari</p>
<p>Ini sangat bagus sekali sekolah punya museum. Baik lagi kalau dikembangkan tidak hanya museum, bisa dilengkapi dengan perpustakaan, jadi seperti study center dan sanggar. Gunakan juga untuk memajang karya-karya anak-anak yang berkarya di sana. Buat karya mereka jadi pusaka juga, itu akan memotivasi itu</p>
<p>Pukul 11.39</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Silakan guru dari Kulon Progo!</p>
<p>Presentasi Sesi IV: Kulon Progo</p>
<p>Nuryanti (SDN Kembangmalang)</p>
<p>Kulon Progo ada 3 SD; Kembangmalang (KM), Wonorejo (WN) I, dan Wonorejo (WN) II. Kebetulan hari ini hanya saya dr KM dan WN II.</p>
<p>Usai pelatihan, kami sudah sosialisasikan ke para guru di SD Kembangmalang dan sudah mendapatkan tanggapan. Namun, utk pendidikan pusaka ini masih didominasi oleh guru kelas. Jadi, sudah kami lakukan di kelas 4 dan 5, walaupun sudah kami sosialisasikan ke guru-guru yang lain, termasuk guru olah raga.</p>
<p>Yang sudah kami laksanakan; Sekolah kami hanya 105 siswam kelas saya hanya 15 siswa. Hanya sedikit. Kami sudah melaksanakan semampu kami untuk menerapkan apa yang sudah kami peroleh di pelatihan di Prambanan dan untuk kelas 5 kita baru lakukan sederhana. Seperti yang sudah diutarakan oleh Pak Suhadi.<br />
Saya juga sudah melaksanakan untuk anak-anak, kami mulai dari pusaka keluarga. Kami berikan pengertian terlebih dahulu apa itu pendidikan pusaka ke anak, dan kemudian kami minta anak2 mendata pusaka keluarga, apa yang ada di keluarga masing-masing. Dia lalu akan menggambar dan menceritakannya, ambil waktu di Pengembangan Diri (8 pertemuan). Itu kami atur di hari Sabtu. Hasilnya saya bawa, hanya sederhana saja (gambar-gambar dan topeng batok hasil karya siswa).</p>
<p>Anak-anak membuat topeng dari batok kelapa, karena ada banyak pohon kelapa di sekitar desa kami. Kemudian, gambar-gambar yang mengisahkan pusaka keluarga. Guru tidak mengarahkan ceritanya seperti apa, anak-anak sendiri yang menggambar dan menceritakannya.</p>
<p>Program ke depan, sampai Bulan Juni..</p>
<p>Februari 2009<br />
- pusaka kulinari: growol, geblek<br />
Siswa diajak membuat makanan dari ketela. Panjatan punya banyak ketela ditanam di sawah. Mungkin buat cemplon</p>
<p>Maret 2009<br />
- kunjungan makam raja di Kulon Progo (Pakualaman) di Girigondo, Temon; sekaligus dapat wisata saujananya</p>
<p>April 2009<br />
- obat tradisional: membuat beras kencur</p>
<p>Mei 2009<br />
- Dolanan tradisional; akan dipegang oleh guru olah raga</p>
<p>Juni 2009<br />
- tari tradisional: jathilan (pernah ditampilkan pada saat kunjungan pendidikan lingkungan hidup dan UKS)</p>
<p>Kendala, sama dengan daerah lain. Dana akan kami ambilkan dari dana BOS. Ada info bahwa dana BOS tidak boleh untuk karya wisata, nanti akan kami cari opsi lain.<br />
SDM juga jadi kendala juga.</p>
<p>Katiti (Wonorejo II)</p>
<p>SD Wonorejo I baru sibuk dan menitipkan rencana programnya kepada saya.<br />
SD WN I dan WN II itu berdampingan.</p>
<p>Walaupun saya kemarin tidak mengikuti selama 5 hari di Prambanan. soal rencana program pendidiakn pusaka di sini tidak beda jauh. Saya dengan Bu Rumiyati (WN I) itu kakak adik, sehingga bikin program bareng.</p>
<p>- menggunakan Bahasa Jawa, dilaksanakan setiap hari Jumat. Guru-guru pun harus belajar juga untuk menyampaikan bahsa Jawa. Untuk Unggah ungguh, setiap pagi anak2 dibiasakan untuk bersalaman dengan para guru.<br />
- menulis aksara Jawa itu khusus untuk kelas 4-6. Minimal sebulan sekali ditugaskan kepada siswa dalam pelajaran bahasa Jawa</p>
<p>- wisata saujana; SD kami dekat dengan perbukitan juga. Dekat SD kami ada Gunung Gamping yang ada makam anak buah P. Diponegoro. Di sana juga bisa melihat jauh hingga pantai selatan.</p>
<p>- kulinari: sering mengadakan kegiatan memasak minimal 1 tahun sekali, dengan bahan yang tidak perlu beli. Kalau lomba masak ya untuk makan pagi, siang, sore. Juga makanan kecil. Kalau tiwul juga belum pernah ada siswa yang bikin. Bikin growol juga lama bikinnya.</p>
<p>rencana ke depan:<br />
- wajib menggunakan bahasa Jawa, seperti yang sudah dilaksanakan<br />
- menulis aksara Jawa minimal sebulan sekali<br />
- menggunakan busana Jawa Mataraman di peringatan Hari Kartini<br />
- latihan tari, setiap Rabu utk kelas 3,4,5. Kelas 6 tidak diikutkan untuk mengejar mata pelajaran yang diujikan.<br />
- kunjungan dan jelajah alam di bulan Juni, tapi belum menentukan lokasi yang akan dikunjungi. Perlu dibahas bersama anak-anak karena merekalah yang akan diajak jalan-jalan.</p>
<p>Akan terintegrasi ke mata pelajaran SBK, PKK, olah raga, dan sejarah.</p>
<p>- membuat laporan ttg upacara2 tradisional: ada umregi (spt rasulan; syukuran setelah panen), wiwit,</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Ada masukan atau saran?</p>
<p>Sari Wulandari</p>
<p>Topeng-topeng itu yang bikin siswa ya? itu dipajang?</p>
<p>Nuryanti</p>
<p>Ya, dibuat anak dan dipajang di rak</p>
<p>M. Daim</p>
<p>Ada pusaka yang ada di sana, masih bisa dilacak atau tidak?<br />
Ada Pak Karsono, Dalang Wayang Golek, wayangnya Menak Janyengrono.<br />
Ada juga tempat yang saat ini dianggap cukup bagus, yakni puncak Suroloyo, tempat Betara Guru. Itu adalah andalan pusaka yang mesti dilihat dan dikondisikan.</p>
<p>Katiti</p>
<p>Ini tadi merupakan masukan.<br />
Oh, masih apa tidak, saya pingin tahu juga</p>
<p>Tukiman</p>
<p>Saya rumah di Kulon Progo. Dalangnya namanya Pak Rebut, sudah almarhum. Tempat di Sentolo dan jadi pusaka. jarang ada yang menampilkan wayang kemul. Persis seperti wayang golek sunda. Kisahnya hanya Jayengrono dan Quraysi dan Amir Hamzah. Kalau survei di museum wayang, itu ada. Bahannya dari kayu dan dibuat seperti golek, istilahnya Wayang Tengul. Sudah tidak ada penggemarnya.</p>
<p>Angguk dulu tidak banyak yang mau lihat karena pemainnya laki-laki. Sekarang makin banyak yang senang karena yang main perempuan muda.</p>
<p>Suroloyo, memang ada seperti gunung, tinggi dan di atasnya rata. Dapat untuk lihat daerah Magelang dan sekitarnya. Ada juga Sendangsono di Nanggulan.</p>
<p>Nuryanti</p>
<p>Mengenai puncak Suroloyo, ada tradisinya pada bulan Sura, ada ritual dari Kraton dengan labuhan dan padusan. Tepatnya tanggal berapa saya kurang tahu.</p>
<p>Anggi MInarni</p>
<p>Langsung saja kita lanjutkan dengan Kota!</p>
<p>Pukul 12.12</p>
<p>Presentasi Sesi V: Kota Yogyakarta</p>
<p>M. Daim (SDN Kotagede)</p>
<p>Ada 4 hal yang akan saya paparkan.<br />
Usai dr Prambanan, kami langsung paparkan ke para guru dan kepala sekolah. Saya punya keleluasaan bebas untuk menerapkannya bersama Pak Tukiman. Kami sasarkan ke 4,5,6. Kelas 3 sebagai imbas.</p>
<p>Saya kerja di kelas dan Pak Tukiman di lapangan.<br />
Setelah beberapa waktu, kami baru orientasi di pelajaran yang ternyata banyak pelajaran yang sudah menyampaikan itu: Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, IPS, musik, seni, dan kepramukaan. Karena itu sudah mengajarkan pendidikan pusaka, kami diam saja, tinggal merekam. Kami menyadap dari kurikulumnya dan diam2 membuat aplikasi. Sesudah itu, kami pakai grounded theory dengan siap berbagai materi.Pak Tukiman saya minta cari kesempatan dan uang.</p>
<p>Siswa kami minta membuat kliping mengenai apa saja yang menarik di sekitar Kotagede. Saya tidak menbuat perencanaan, tapi kami antisipasi kondisi. Teman-teman guru kami beritahu di awal dan telah diizinkan oleh kepala sekolah.<br />
Ternyata banyak hal2 yang luar biasa dan tidak percaya anak2 bisa membuat ini.</p>
<p>Kliping anak2 banyak yang mengulas<br />
- kulinari<br />
- saujana kota<br />
- kerajinan dan kesenian<br />
- peninggalan: living (spt pasar Kotagede, masjid, makam raja)</p>
<p>ada siswa yang membuat kliping Langgar Dhuwur atau Langgar Sepuh; yang di kawasan Kotagede hanya ada dua.<br />
Lalu ada batu-batu bersejarah: gatheng, genthong, gilang.<br />
Semua disajikan dengan sederhana dan dengan bahasa anak SD</p>
<p>Ke depan, kamai tidak akan membuat perubahan dr langkah ini. Kami hanya fokus pada formatnya, karena selama ini belum punya format. Juga Bahasa Jawa dan Budaya Jawa, ini masih dilobikan dengan kepala sekolah. Misal, Java Day, sedang didiskusikan untuk diterapkan.<br />
Untuk pusaka saujana, Pak Tukiman sudah ada gambaran akan membawa anak ke mana. Kami akan menempuhnya dan akan kondisikan kapan timing yang tepat.<br />
Untuk merekam kondisi yang ada, kami masih konsentrasi cari masukan.</p>
<p>Kami sudah matur bahwa kami sudah punya angan-angan untuk membuat kurikulum pendidikan pusaka untuk DIY secara minimum, agar seragam, dan 40%nya adalah wilayah setempat. Sedikit banyak kami akan juga menulis untuk bisa dikondisikan sebagai minimum embrio yang akan bisa dikembangkan.</p>
<p>Kami menemukan dua pusaka, ternyata ada Pendapa Mulya atau Pendapa Utama yang dibangun pada tahun 1600an, setelah Sultan Agung. Hanya ada 4: Kebumen, Yogyakarta, Solo, dan Lasem. Yang di Yogya kebetulan milik teman saya dan agak parah sejak gempa kemarin. Cirinya, di atas deder ada keris emas dan tertulis di sana peristiwa2 besar, spr gempa bumi, yg disebut lindhu ageng dengan tahun2nya. Lindhu terakhir 1942. Pendapa mulya ini mgkn bisa jadi masukan krn hanya sedikit di Jawa. Ini masih perlu dicek silang dengan data. Jika memang peninggalan masa Amangkurat Agung, ini sangat bernilai. Pendapanya bentuknya pun lain.</p>
<p>SDN UNgaran I</p>
<p>SD kami pagi tadi cukup sibuk, ada banyak acara, sehingga  Bu Eni kebetulan wisuda sertifikasi di UNY juga.</p>
<p>Saya coba paparkan apa yang saya ketahui ttg pendidikan pusaka yang sudah dilakukan di SD Ungaran. ternyata yang sudah kami lakukan itu adalah pendidikan pusaka.<br />
Kelas rendah, pendidikan pusaka ini kami sudah laksanakan dalam bentuk dolanan anak. Ini kami lakukan di pelajaran bahasa Jawa, SBK, dan jam istirahat.<br />
Masakan tradisional, kami juga sudah lakukan setiap jelang terima raport, setelah ujian akhir semester kedua. ada waktu untuk menerapkan materi SBK dengan lomba masakan tradisional, dengan bahan umbi-umbian. Mulai dari kelas 4 dan 5.Kelas 6 itu di awal2 sebelum mendekati ujian.</p>
<p>Kelas 3, kami sudah biasakan pakai janur untuk dibuat keterampilan keris-kerisan dan pecut, juga kincir angin. Kita juga beri ke anak materi pengetahuan penggunaan janur dalam budaya Jawa, seperti dalam acara manten (pengantin).</p>
<p>Batik, kami juga laksanakan, Guru2 Ungaran kebetulan dapat pelatihan batik juga di PPPG Kesenian. Untuk semester I kemarin, kelanjutan dari pelatihan itu, PPPG juga mendampingi pada anak2. Ke depan kami juga diberi perlengkapan membatik, shg ke depan guru2 pun siap untuk mengajari murid2 membatik.</p>
<p>Pengenalan wayang, kebetulan kami punya beberapa koleksi wayang, tapi belum dimanfaatkan lebih selain untuk pengenalan. Baru saja pesan geber untuk pegelaran Dalang Gemblung.</p>
<p>Ada aturan sekolah gratis, Januari kemarin ada beberapa ekstrakurikular yang dihentikan. Namun, Februari ini tetap akan jalan, dengan alternatif pendanaan yang akan dicarikan oleh komite sekolah.</p>
<p>Sebagai sekolah Adiwiyata, kami bulan ini akan maju juga dan sebagian anggaran itu dilakukan untuk penghijauan. Setiap pagi ada 10 menit khusus untuk merawat taman di sekolah. Kami juga biasakan kepada anak untuk mengelola sampah. Barang bekas dari botol plastik, itu dijadikan tempat pensil. dan banyak yang kami pajang juga.</p>
<p>Kendala: Bahasa Jawa, untuk menerapkan Java Days itu masih agak sulit, Minimal dilakukan pada saat pelajaran Bahasa Jawa. Batas nilai di mata pelajaran ini pun paling rendah, 6,5. Yang lain sampai 7. Ini karena faktor antara lain siswanya yang heterogen dan latar belakangnya dari banyak daerah, mereka takut  dengan bahasa Jawa.</p>
<p>Semua kegiatan kelas dibiayai  oleh forum kelas, kumpulan dari orangtua/wali. Jika ada kegiatan kelas, semua pengeluaran siswa dibiayai oleh forum kelas.</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Ada tambahan atau pencerahan?</p>
<p>Puji</p>
<p>Ini kliping atau karya siswa?</p>
<p>M. Daim</p>
<p>Saya tidak mengatakan itu kliping atau apa, yang penting saya hanya meminta mereka mengumpulkan pengetahuan tentang suatu pusaka dengan cara dia. Ada yang mengemasnya kliping, ada yang tulisan sendiri. Mereka tidak ambil pusing itu wujudnya apa.</p>
<p>Puji</p>
<p>Ya, saya kira ini sudah luar biasa ketika anak-anak sudah bisa menyusun kata-kata yang bagus untuk menjelaskan kata-kata itu. Apakah itu kata-kata anak-anak langsung atau dibimbing oleh guru?</p>
<p>M. Daim</p>
<p>Ya, kami tidak sempat membimbingnya, Mungkin saja dibimbing penuh oleh orang tuanya. Kami tidak ambil pusing, yang penting anak-anak itu bisa tahu. Kalau pun orangtua atau kakaknya diundang ke sekolah juga itu lebih baik juga. Yang penting anak-anak berani untuk mencari tahu. Ada kesempatan siswa untuk bercerita</p>
<p>Istinganah</p>
<p>Kosak-kasik, itu makanan apa?</p>
<p>M. Daim</p>
<p>Wah, malah saya belum tahu. Ibu malah lebih tahu lebih dulu dari saya.<br />
Memang sebagian besar materi yang dikumpulkan oleh anak-anak adalah kulinari. Yang jelas, makanan yang asli Kotagede saya sudah tahu. Kalau yang lain belum saya seleksi semua, baru saya data.</p>
<p>Nama-nama makanan itu ada istilah-istilah asli yang memang didapat dari orang tuanya mungkin. Nah, itu nanti yang akan kita seleksi dan cari tahu lebih dalam.</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>istirahat</p>
<p>Pukul 12.45</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Pukul 13.42</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Semoga sudah mendapatkan energi yang bisa lebih memberi konsentrasi.<br />
Selanjutnya akan ada presentasi dari Mba Nia, apa yang akan kita lakukan ke depan, dan kita diskusikan bersama.<br />
Kita akan belajar banyak dari bapak dan ibu karena kami sering tidak membayangkan bahwa proses seperti inilah yang terjadi dengan siswa.</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Terima kasih dan selamat siang<br />
Saya di sini mewakili tim HED untuk menyampaikan rangkuman, mulai dari melihat tujuan utama pertemuan kita saat ini.</p>
<p>Pertama, kesepakatan sekolah.<br />
Sekolah usai ToT di Prambanan kemarin, sekolah sudah menandatangani kesepakatan program pendidikan pusaka. Setelah mendengarkan presentasi bapak ibu tadi, saya terkejut sekali. Waktu ToT dulu sempat gamang apakah akan tercapai, tapi ternyata lebih dari yang kita cita-citakan.<br />
Target kita sendiri hanya untuk kelas 4, tapi ternyata sekolah-sekolah sudah ada yang menerapkannya untuk banyak kelas.<br />
Kita menghargai itu, tapi kita harus ingat bahwa pilot projectnya di kelas 4. Namun, sebaiknya, untuk kepentingan pelatihan dan pendokumentasian itu kita fokus di kelas 4. Di kelas lain bisa dikembangkan juga, tapi wajibnya yang kelas 4.<br />
Target utama kita adalah modul pendidikan pusaka yang kemudian akan diujicobakan ke daerah lain. Kita akan buat semacam kurikulum yang akan kita ujicobakan ke daerah lain yang dari yang kita lakukan ini akan kita sempurnakan.</p>
<p>- membuat rancangan HED selama 1 semester<br />
- pelaksanaan HED<br />
- mendokumentasikan pelaksanaan HED</p>
<p>Kedua, tim HED yang punya peran pendampingan selama 1 semester<br />
- konsultasi<br />
&#8211; via email, difasilitatori administrator<br />
&#8211; via forum guru (2 bulan sekali)<br />
- dokumentasi<br />
&#8211; verbal<br />
&#8211; visual<br />
- evaluasi</p>
<p>Ketiga, Forum Guru HED<br />
- digunakan untuk sharing dan konsultasi<br />
- 2 bulan sekali<br />
- kunjungan bergilir ke sekolah-sekolah</p>
<p>Keempat, Evaluasi<br />
- evaluasi mandiri (self evaluation)<br />
- evaluasi sejawat (peer evaluation)<br />
- evaluasi tim HED</p>
<p>Lima, Target<br />
Modul Pendidikan Pusaka</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Matriks Rancangan Materi HED</p>
<p>Dari yang saya dengar dari presentasi guru tadi, bentuk perencanaannya ada macam-macam. Agar memudahkan pengelolaannya, kami tawarkan dalam bentuk matriks yang seragam. Nanti akan kami buatkan form matriks ini yang bisa diisi dengan tulisan tangan.</p>
<p>Kendala SDM dan dana ini nanti juga akan coba kami atasi dengan bbrp bentuk dukungan, spt penyediaan buku materi yang lengkap menjelaskan pusaka di DIY.</p>
<p>Ada tambahan untuk matriks ini?</p>
<p>Sari Wulandari</p>
<p>Ambil sampel untuk kelas 4 itu untuk memudahkan?</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Itu kesepakatannya cuma untuk kelas 4. Kalau mau membuat di lebih banyak kelas, itu bisa dilakukan juga.</p>
<p>Hairus Salim</p>
<p>Apakah boleh jika misal kelas 5 saja, karena kadang ada guru kelas. Memang benar, tapi kalau memungkinkan, bisa dijelaskan soal kesepakatan.</p>
<p>Sari Wulandari</p>
<p>Karena setiap sekolah punya kendala sendiri. Kalau seperti ini, ketika kita minta dokumentasinya seperti itu, guru yang ikut adalah guru kelas 5 dan 6. Saya mengajar kelas 4 hanya mata pelajaran Bahasa Inggris saja. Kami tidak punya wewenang untuk campur tangan di kelas 4 yang tidak kami ampu, juga oleh guru yang ikut ToT kemarin.</p>
<p>Suhadi Hadiwinoto</p>
<p>Kita perlu sangat perhatikan kemungkinan itu dilakukan di setiap sekolah. Kita perlu sangat manfaatkan tenaga-tenaga yang ada. Saya tidak tahu persis perumusan kesepakatan waktu itu, tapi jika ada usul bahwa untuk yang kali ini yang menjadi wajib itu satu kelas, dan setiap sekolah bisa memilih kelas mana yang akan diujicobakan, tergantung ketersediaan guru yang mampu mengampunya.<br />
Lalu, batasan materinya, karena materi pusaka itu ada banyak juga.</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>OK, kalau begitu mungkin kesepakatannya akan fleksibel, asal satu kelas dalam satu semester.<br />
Untuk menjawab Pak Suhadi, saya buat peta dari hasil presentasi bapak ibu sampaikan tadi, kebanyakan terfokus pada pusaka tak teraga. bahkan, untuk pusaka alam dan saujana belum banyak tersentuh. Dengan matriks ini, kita bisa lihat fokusmateri apa saja yang didapat oleh setiap SD. Kami inginnya setiap SD bisa menerapkan 3 aspek pusaka. Itu bisa ditempelkan di mata pelajaran yang ada.<br />
Petanya belum tampak seperti itu. Dengan memetakannya dalam matriks, mungkin petanya akan tampak. MIsal, pendidikan agama, bisa dapat aspek ritual, kepercayaan, dan sebagainya.<br />
Harapannya semua komponen pusaka itu bisa masuk dalam mata pelajaran-meta pelajaran di dalam satu semester, walaupun itu tidak diajarkan oleh satu guru saja. Saya yakin itu sudah ada, hanya belum terpetakan.</p>
<p>Komponen pusaka itu mungkin sudah disampaikan, tapi mungkin belum sampai ke aspek pelestariannya sebagai pusaka.</p>
<p>Suhadi Hadiwinoto</p>
<p>Jika ada sekolah yang melihat ada pilihan menerapkannya di kelas 4,5,6 boleh, kan?</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Boleh. Tapi minimal ada rekaman di satu kelas yang komplit.<br />
Ada lagi yang mau berkomentar?<br />
Bagaimana dengan metode, tadi belum tampak</p>
<p>Hairus Salim</p>
<p>Metode dan alat peraga dibedakan saja.</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>OK, kita bedakan. terima kasih Pak salim</p>
<p>Lalu ada &#8220;Matriks Perencanaan Materi HED&#8221;</p>
<p>Ada kemungkinan ada kegiatan yang tidak jadi dilaksanakan?<br />
Itu akan ditambahkan dengan kolom untuk penjelasan itu,mengapa rencana itu tidak terlaksana.</p>
<p>Sari Wulandari</p>
<p>Di sini disebutkan pengampunya, apakah kita akan memasukkannya per sekolah atau per materi?</p>
<p>Hairus Salim</p>
<p>Jadi, bukan pengampu. Yang dimaksudkan bukan itu, seperti penanggung jawab lebih tepat.</p>
<p>M. Daim</p>
<p>Diberi dua kolom: penanggung jawab dan pelaksana</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Diberi satu kolom tambahan saja: kolom pengampu<br />
Dan yang membuat laporan adalah guru yang ikut ToT</p>
<p>Suhadi Hadiwinoto</p>
<p>Apakah itu harus dimasukkan ke dalam kolom-kolom?</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Ini akan memudahkan tim HED untuk kompilasi laporan</p>
<p>Suhadi Hadiwinoto</p>
<p>Jika ada yang ingin menuliskan panjang narasinya?<br />
Mungkin, kolomnya ke bawah, sehingga ada keleluasaan untuk menuliskan lebih banyak</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>OK, itu bisa seperti itu<br />
Yang penting komponennya sama</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Menurut ibu-ibu di sini malah lebih mudah dengan matriks karena tidak membebani menulis panjang. Kalau yang ingin menulis lebih panjang bisa dengan lembar tambahan.</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>OK, apakah ada tambahan lagi?</p>
<p>Berikutnya adalah &#8220;Dokumentasi Monitoring Pelaksanaan Materi HED&#8221;<br />
Dampak dari penyampaian pendidikan pusaka ke siswa ini yang tadi belum tersampaikan dari guru-guru. Di sini saya menyebutnya target dan capaian. Termasuk pula bagaimana metode penilaiannya.<br />
Sertakan dokumentasi visualnya.</p>
<p>TIK &#8211; Tujuan Indikator Khusus (yang akan dicapai) =  target dan capaian &#8211;&gt; indikator</p>
<p>Kita juga belum dapat gambaran capaian seperti apa yang akan disebut gagal atau tidak.  Dengan monitoring itu kita akan coba lihat indikator itu.<br />
jadi, di akhir semester bapak dan ibu akan bisa lihat apakah proses pendidikan pusaka di sekolah itu sudah sukses atau tidak. Selanjutnya akan terus disempurnakan. Motor utamanya adalah bapak ibu guru, kami fasilitator</p>
<p>Suhadi Hadiwinoto</p>
<p>Dulu ada ide bahwa tujuan utama dari pembelajaran ini adalah mengajak anak-anak mengenali keberagaman pusaka, mencintai pusaka, tergerak turut melestarikannya. Jadi, ketika ada pendidikan musik, itu tidak bertujuan untuk membuat semua siswa menjadi pemusik. Intinya mereka punya pemahaman untuk kenal, bisa cinta, dan mau melestarikan. Kadang kita menuntut siswa begitu canggih dan bisa melakukan semuanya. Padahal, kita hanya ingin mereka mengenal keberagaman ini. Kita tidak bisa menuntut dalam satu tahun untuk menciptakan siswa yang membatik dgn lihai dan sebagainya.<br />
Sejauh mana yang akan kita lakukan?</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Itu juga akan saya sampaikan. Nah, tahunya sampai mana anak tahu adanya keragaman itu kan harus ada indikatornya. Guru yang mengampu masalah itu mungkin akan lebih tepat untuk mengukurnya.<br />
Usai kita bisa memetakan itu, kita coba bisa rumuskan, tentunya di sd ada kompetensi dasar yang harus dicapai di tingkat SD, kalau tidak salah melakukan apresiasi dan kreasi. Apakah kompetensi itu bisa dicapai, jika bisa, mungkin bisa sampai pada tataran bisa berperan aktif dalam melestarikan komponen pusaka itu.<br />
Apakah begitu?</p>
<p>Suhadi Hadiwinoto</p>
<p>Saya kira memang perlu ada evaluasi, hanya perlu tahu sejauh mana itu dituntutkan. Apakah siswa hanya perlu tahu gamelan itu dipakai pada waktu apa asa, itu saja? Itu contoh. Perlu ada kesepakatan.</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Bapak ibu guru sila isi matriks ini sesuai dengan yang terjadi di sekolah bapak ibu guru selama ini.<br />
SD kan kompetensinya mengenal, apresiasi, lalu tumbuh empati, setelah itu tumbuh rasa melestarikan. Melestarikan itu tidak akan hanya tumbuh dengan menaruhnya di museum, tapi juga bisa dibentuk jadi kreasi baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekarang.</p>
<p>Setelah matriks ini kami sempurnakan, nanti akan kami distribusikan.</p>
<p>Puji</p>
<p>Tadi ada indikator dan capaian.<br />
perlu ditambahkan &#8220;indikator dan daya serap&#8221;<br />
untuk menjelaskan target dan capaian</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Jika ada konten yang menempel di mata pelajaran, itu bagaimana menuliskannya di matriks?</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Yang dimasukkan adalah komponen yang berkaitan dengan pendidikan pusaka. Tidak perlu komponennya yang sangat detail.<br />
Pengukuran daya serap tadi dengan apa? Mungkin kuis dan ujian ya.</p>
<p>Sari Wulandari</p>
<p>Dokumen dan monitoring, apakah ini untuk melaporkan pelaksanaan dan tingkat keberhasilannya? Saya masih belum paham.</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Matriks Rancangan itu untuk rancangannya. Kalau matriks pelaksanaannya ya itu diisi ketika sudah dilaksanakan.<br />
Misal, siswa diajak ke candi, lalu disuruh membuat laporan. Nah, indikatornya bisa apakah anak bisa membuat laporan dan daya serapnya anak bisa dinilai dari laporannya.</p>
<p>Tukiman</p>
<p>Ini dicoba dulu, nanti dievaluasi pada bulan Maret.</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>OK</p>
<p>Lalu.. &#8220;Dokumen Penilaian Siswa&#8221;<br />
Saya belum tahu ini biasa dipakai atau tidak, tapi di tempat saya biasa dipakai. Ini untuk menilai apakah guru itu menilai siswa dengan objektif atau tidak.  Ini untuk menghindari subjektivitas peniliaian oleh dosen ke mahasiswa selama ini.</p>
<p>Hairus Salim</p>
<p>Mungkin sudah terwakili di indikator</p>
<p>Nia Nugrahani</p>
<p>Jika sudah terwakili, mungkin dokumen penilaian ini tidak perlu. Cukup tiga saja.</p>
<p>Saya coba gunakan formula yang biasa saya gunakan saat mengajar.</p>
<p>Bentuk masukan siswa kepada guru mungkin seperti yang disampaikan oleh pak daim, siswa dapat memberikan masukan ke guru melalui karyanya.</p>
<p>Suhadi Hadiwinoto</p>
<p>Saya akan sampaikan beberapa hal untuk harapan<br />
Waktu itu ada beberapa harapan yang muncul, saya ingin ada tanggapan dari bapak dan ibu apakah terlalu muluk atau enteng</p>
<p>Harapan pertama, apakah pendidikan pusaka ini bisa diberikan di semua sekolah? Sekolah kaya dan yang kurang. Pendidikan pusaka ini tidak hanya dirancang untuk sekolah yang mewah, tanpa membebani sekolah atau guru dan muridnya.</p>
<p>Kendala yang paling sering disampaikan adalah dana. Malah tantangannya, di situasi tanpa uang itu jangan lalu tidak dilakukan. Justru dengan tidak ada uang itu kita bisa melakukan pendidikan dalam bentuk yang seperti apa.<br />
Format-format ini yang perlu kita cari bersama-sama.<br />
Mungkin di jaringan ini tidak sampai pada gambaran keadaan yang sangat minim.<br />
Saya harap dana ini jangan samapi jadi kendala. Justru bagaimana kita mengatasi tantantang yang rumit itu, saya mohon tanggapan.</p>
<p>Kedua, pendidikan pusaka ini adalah agar siswa memahami keberagaman pusaka di Indonesia. Ada yang sangat intensif itu baik-baik saja. Namun, tidak semuanya tidak bisa diberikan sedalam itu. Ada tantangan bahwa siswa bisa memahami potensi pusaka itu diserap selama dia berada di SD. Bagaimana agar itu bisa dicapai, itu yang perlu kita siapkan. Kita perlu lihat peta besar pusaka itu apa saja dan kemudian kita pilah mana yang akan kita kenalkan secara mendalam dan mana yang secara sekilas. Jangan sampai anak hanya tahu batik saja. Juga jangan sampai hanya tahu budaya Jawa saja, tapi juga tahu walau sekilas bahwa ada budaya di Batak dan Bugis sana. Ini penting untuk melihat totalitas bahwa ada keberagaman yang pemahamannya bisa membawa budaya kita untuk tidak menuju permusuhan atas dasar perbedaan. Perbedaan ini akan bisa jadi kekuatan, ini kan tujuan utama dari semua proses panjang ini. Ini memang tidak bisa disampaikan kepada anak langsung, tapi ketika anak sudah dibiasakan melihat dunia dengan paradigma itu, maka ketika dewasa akan menciptakan manusia yang baik.</p>
<p>Ini tidak bisa diciptakan dalam waktu satu tahun saja. Pertanyaannya, bagaimana materi yang banyak itu mau disampaikan? Padahal targetnya satu kelas tadi.<br />
Jadi, tadi saya tawarkan ada sekolah yang memilih kelas mana yang akan menerapkannya, selain dari ketersediaan guru, juga ada kaitannya bahwa kelas 1,2,3 itu sifatnya bermain-main saja. Kelas 4,5,6 itu yang mulai dengan pelajaran pendidikan pusaka yang sungguhan. Bahwa kelas 4 itu lebih banyak ke tak teraga dan 5 ke yang teraga itu dulu pernah terlontar juga. Kami masih perlu tanggapan.<br />
Yang jelas kami tidak bisa menjejalkan semua komponen pusaka itu dijejalkan dalam satu tahun saja walaupaun dalam beberapa mata pelajaran itu sudah tercampur. Misal, ketika kita jelajah, kita bisa lihat dan mencakupkan beberapa isu yang penting, Itu tidak mungkin keseluruhan materi yang banyak itu dimampatkan dalam kurikulum satu tahun. Kami harap ada masukan dari bapak dan ibu lebih nyaman diberikan kepada siswa di sekolah.</p>
<p>Secara komprehensif, kami tidak hanya anak bisa belajar batik atau tari saja. tidak dalam arti bahwa semua murid harus bisa jadi perajin atau penari yang canggih. Namun, dalam arti dia harus tahu, tanpa wajib harus hafal semua. Dia boleh tahu makam P. Senopati, tanpa wajib tahu P. Senopati itu wafat pada tahun sekian. Lebih penting anak tahun bahwa Mataram itu diawali dari P. Senopati.<br />
Ini saya pikirkan bisa diupayakan ketika kita mengisi matriks tadi.</p>
<p>Jadi, mgkn ini bisa jadi bahasan selanjutnya.</p>
<p>Ketiga, soal metode. Di sesi awal, ada ilustrasi bahwa murid hanya membatik saja dalam 2 jam cepat bosan. Memang dipahami bahwa anak-anak itu cepat bosan. Jadi, selain bahasan membuat batik, bisa juga diselipi dengan variasi bagaimana variasi memakai batik. Itu terkait dekat walaupun kegiatannya beda. Intinya, ada sesuatu yang saling mengisi dan mengubah suasana. Saya kira bapak dan ibu guru sudah sangat ahli dalam hal ini, apakah 2 jam ini terlalu panjang, dan mengisinya bagaimana.</p>
<p>Keempat, membedakan dengan mata pelajaran sebelumnya, penting sekali mengenai sisipan-sisipan. Pendidikan pusaka sudah diberikan di bahasa Indonesia, IPS, dan sebagainya. Juga dalam pelajaran sejarah, ada sisipan kisah kepada siswa secara sekilas. Kalau pada waktu yang lalu itu sekedar memberitahu siswa tentang sesuatu seperti itu, harapan dalam pendidikan pusaka ini ada suatu plus kegiatan, bahwa di antara yang diceritakan itu ada sesuatu yang sangat berharga, yang itu disebut pusaka, dan itu harus dilestarikan. Itu yang perlu dipahamkan dan dilestarikan. Ini yang akan membedakan mata pelajaran yang kemarin dan yang plus pusaka ini.</p>
<p>Kelima, upaya membawa pendidikan pusaka ke dalam kehidupan anak. Hal-hal itu tidak hanya akan jadi hafalan dan diberikan oleh guru. Namun, harus bisa jadi hal yang masuk sebagai bagian dari kehidupan keseharian. Misal, kalau saja karawitan itu tidak cuma di sekolah, bahwa anak-anak itu suka dan mungkin di rumah bisa punya salah satunya. yang bisa dia hayati dan dijadikan bagian dari kehidupannya sehari-hari. Juga dengan pelestarian alam, misal dengan memelihara binatang. Ini bisa masuk ke kehidupan dia sehari-hari.</p>
<p>Lalu soal kemampuan melihat perbedaan yang ujungnya pada toleransi.<br />
Saya juga tertarik dengan berbagai temuan yang muncul dari presentasi bapak dan ibu, yang saya kira bisa dihimpun oleh tim HED untuk disistematisasikan dan disampaikan kepada yang instansi yang berwenang dan jadi bahasan yang menarik, itu akan sangat bermanfaat.</p>
<p>Istinganah</p>
<p>pesan: ada sertifikat untuk guru</p>
<p>Anggi Minarni</p>
<p>Penutup</p>
<p>Pukul 15.00</p>
<br />Posted in Rekam Proses  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=30&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/notulen-pertemuan-forum-guru-pendidikan-pusaka-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46b1b30ecd60e456d46fc4220034b638?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elantowow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekam Proses Pelatihan Pendidikan Pusaka untuk Guru (Hari V)</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-v/</link>
		<comments>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-v/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elantowow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekam Proses]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendidikanpusaka.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 5 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=22&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rabu, 5 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah</strong></p>
<br />Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=22&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-v/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46b1b30ecd60e456d46fc4220034b638?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elantowow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekam Proses Pelatihan Pendidikan Pusaka untuk Guru (Hari IV)</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-iv/</link>
		<comments>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-iv/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elantowow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekam Proses]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendidikanpusaka.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 4 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=20&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Selasa, 4 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah</strong></p>
<br />Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=20&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-iv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46b1b30ecd60e456d46fc4220034b638?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elantowow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekam Proses Pelatihan Pendidikan Pusaka untuk Guru (Hari III)</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-iii/</link>
		<comments>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elantowow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekam Proses]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-iii/</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 3 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=19&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Senin, 3 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah</strong></p>
<br />Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=19&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46b1b30ecd60e456d46fc4220034b638?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elantowow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekam Proses Pelatihan Pendidikan Pusaka untuk Guru (Hari II)</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-ii/</link>
		<comments>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 08:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elantowow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekam Proses]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendidikanpusaka.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 2 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=17&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Minggu, 2 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah</strong></p>
<br />Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=17&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46b1b30ecd60e456d46fc4220034b638?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elantowow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekam Proses Pelatihan Pendidikan Pusaka untuk Guru (Hari I)</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-i/</link>
		<comments>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 07:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elantowow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekam Proses]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-i/</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 1 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=16&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sabtu, 1 November 2008 di Hotel Galuh, Prambanan, Jawa Tengah</strong></p>
<br />Posted in Rekam Proses Tagged: pelatihan, Rekam Proses <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=16&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/rekam-proses-pelatihan-pendidikan-pusaka-untuk-guru-hari-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46b1b30ecd60e456d46fc4220034b638?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elantowow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia (Bahasa Inggris)</title>
		<link>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/piagam-pelestarian-pusaka-indonesia-bahasa-inggris/</link>
		<comments>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/piagam-pelestarian-pusaka-indonesia-bahasa-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 04:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elantowow</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumberdaya]]></category>
		<category><![CDATA[bppi]]></category>
		<category><![CDATA[charter]]></category>
		<category><![CDATA[piagam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendidikanpusaka.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia Charter for Heritage Conservation Indonesia Heritage Year 2003 Ciloto, 13 December 2003 Preamble We, the advocates and practitioners for the conservation of Indonesian heritage, praise God Almighty that Indonesia, the world’s largest archipelago, is endowed with the diversity and abundance of extraordinary nature and cultures that provide divinely inspired creativity, imagination, and vitality. Awareness, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=13&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Indonesia Charter for Heritage Conservation </strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://bppi-indonesianheritage.org/"><img class="aligncenter" title="BPPI - Indonesian Heritage Trust" src="http://bppi-indonesianheritage.org/images/temupusaka.jpg" alt="" width="188" height="148" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Indonesia Heritage Year 2003<br />
Ciloto, 13 December 2003</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Preamble</strong></p>
<p>We, the advocates and practitioners for the conservation of Indonesian heritage, praise God Almighty that Indonesia, the world’s largest archipelago, is endowed with the diversity and abundance of extraordinary nature and cultures that provide divinely inspired creativity, imagination, and vitality. Awareness, concern, and efforts for conservation have begun and need to be strengthened and continued. In the framework of Indonesia Heritage Year 2003, we have composed this charter affirming efforts for heritage conservation in Indonesia.<span id="more-13"></span><strong>Understanding</strong></p>
<p>We share the understanding that:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>The heritage of Indonesia is the legacy of nature, culture, and saujana, the weave of the two. Natural heritage is the construct of nature. Manmade heritage is the legacy of thought, emotion, intentions, and works that spring from over 500 ethnic groups in Tanah Air Indonesia, singularly, and together as one nation, and from the interactions with other cultures throughout its length of history. Saujana heritage is the inextricable unity between nature and manmade heritage in space and time.</li>
<li>Cultural heritage includes both tangible and intangible legacies;</li>
<li>Heritage, bequeathed from the generations that precede us, is the a vital foundation and initial capital for the development of the Indonesian nation in the future, and for these reasons, must be conserved and passed along to the next generation in good condition, without loss of value, and if possible with an enhanced value, to form heritage for the future.</li>
<li>Heritage conservation is the management of heritage through research, planning, preservation, maintenance, reuse, protection, and/or selected development, to maintain sustainability, harmony, and the capacity to respond to the dynamics of the age to develop a better quality of life.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong>Concern</strong></p>
<p>We share concern that:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Much irreplaceable Indonesian heritage is degraded, damaged, destroyed, lost, or threatened through neglect, ignorance, incompetence, and mismanagement, for short-term gain, and by special interest groups.</li>
<li>There have been trivialization and impoverishment of culture and the weakening of creativity, initiative, and self-confidence urgently needed to face turbulent global change as well as to independently define the future of the nation.</li>
<li>There remain many social, political, economic, and resource allocation imbalances and a lack of clear frameworks. This is not favorable for heritage conservation efforts in Indonesia.</li>
<li>Opportunities within local, national, and global dynamics are not well recognized and utilized for social and economic transformations to enhance national development and heritage conservation in Indonesia.</li>
<li>Traditional ethnic groups, minorities, and certain communities are marginalized due to lack of understanding and appreciation of diversity, and the importance of weaving the diverse resources into symbiotic interactions of brotherhood.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong>Action</strong></p>
<p>We, the advocates and practitioners of Indonesian heritage conservation, are determined to work hard together in healthy partnerships for a holistic, systematic, and sustainable heritage conservation through fair, democratic, and harmonious processes and mechanisms supported by clear and consistent laws.</p>
<p>We appeal to all parties to:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Take up an active role in heritage conservation through preservation, restoration, reconstruction, revitalization, adaptive reuse, or selected development.</li>
<li>Take immediate measures to save endangered heritage from damage, ruin and extinction.</li>
<li>Improve the capacity, principles, processes, and techniques of conservation in systematic, comprehensive ways appropriate to the Indonesian context.</li>
<li>Raise the awareness of all parties (government, professional, private sector, and community, including youth) on the importance of heritage conservation, through education (both formal and non-formal), training, public campaign, and other pursuasive approaches;</li>
<li>Raise institutional capacity, develop management systems, as well as role-sharing and responsibilty that are fair and inclusive of all people, so that conservation efforts can be carried out effectively with synergy.</li>
<li>Expand networks of cooperation and develop resources including means of funding to support heritage conservation.</li>
<li>Reinforce legal oversight, control, and enforcement through the development of regulations, the legal system, mechanisms that are clear, fair, consistent, and the strengthening of social control;</li>
<li>Understand and recognize the rights and potentials of marginalized people as well as to assist and re-empower the community in the conservation and stewardship of their heritage for sustained prosperity.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong>Close</strong></p>
<p>This charter is the result of discussions amongst heritage conservation organizations from various regions, universities, bureaucrats, professionals in heritage conservation, and representatives from the community at large. The charter will be completed soon with a clear plan for realization.</p>
<p>We believe that heritage conservation in Indonesia will help to affirm the nation’s identity in the world’s very diverse and dynamic community, enhancing the quality of life, and to provide valuable contribution to the world community. We pray that our Creator will shower an abundance of strength, ability, and wisdom upon our nation and its leaders so we can achieve these goals.</p>
<p>We, the signatories below, are of one accord on the Indonesian Charter for Heritage Conservation and are determined to carry out together the Action Plan in the Indonesia Heritage Decade 2004-2013.</p>
<p><em>Indonesia Heritage Year 2003<br />
Ciloto, 13 December 2003</em></p>
<br />Posted in Sumberdaya Tagged: bppi, charter, piagam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pendidikanpusaka.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pendidikanpusaka.wordpress.com&amp;blog=8287593&amp;post=13&amp;subd=pendidikanpusaka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendidikanpusaka.wordpress.com/2009/07/03/piagam-pelestarian-pusaka-indonesia-bahasa-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/46b1b30ecd60e456d46fc4220034b638?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">elantowow</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bppi-indonesianheritage.org/images/temupusaka.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BPPI - Indonesian Heritage Trust</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
