Posted by: elantowow | July 3, 2009

Mengembangkan Materi Pusaka ke dalam Pendidikan Sekolah Dasar

oleh Gito Utomo

  1. Pendahuluan
  2. Beberapa Hal Penting dalam PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standard Nasional Pendidikan
  3. Standard Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar
  4. Cakupan Mata Pelajaran dan Kurikulum Sekolah Dasar
  5. Memasukkan Materi Pusaka ke dalam Kurikulum Sekolah Dasar
  6. Muatan Lokal
  7. Pengembangan Muatan Lokal Dikaitkan dengan Materi Pusaka
  8. Tinjauan terhadap Penerapan Muatan Lokal di DKI Jakarta
  9. Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan

————

I. Pendahuluan

Saat ini telah disadari menurunnya perhatian terhadap Heritage atau Pusaka Bangsa Indonesia. Timbulnya masalah dalam kerukunan dan persatuan bangsa sebenarnya juga disebabkan oleh karena menurunnya pemahaman bangsa Indonesia kepada warisan budaya bangsanya. Oleh karena itu perhatian kepada pemahaman kepada Pusaka Bangsa, perlu ditingkatkan. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah : mengkaji ulang pelajaran pelestarian pusaka (heritage) yang diberikan di sekolah. Mungkin saja kita semua belum memberikan perhatian yang serius kepada pendidikan pusaka, yang perlu diberikan kepada anak/peserta didik sejak usia dini.

Tulisan singkat ini akan melihat apa dan bagaimana pelajaran Heritage/Pusaka dapat dikembangkan dan diterapkan dalam kurikulum SD, sesuai dengan kondisi dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah ada pada saat ini..


————

II. Beberapa Hal Penting dalam PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standard  Nasional Pendidikan


Sebelum membuat materi Pusaka, perlu diperhatikan terlebih dahulu beberapa peraturan perundang-undangan, yang terkait dengan pengembangan pelajaran Pusaka. Hal ini penting, oleh karena selain menentukan isi materi Pusaka yang harus disiapkan, perlu dipahami adanya beberapa “rambu-rambu” yang telah ditetapkan pemerintah di bidang pendidikan.Apabila ingin mengembangkan pelajaran Pusaka, pemahaman peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pelajaran Pusaka, akan memudahkan penentuan materi Pusaka yang akan diberikan di sekolah. Disamping itu, materi Pusaka yang akan diberikan di sekolah harus : mudah diterima dan tidak membebani murid. Saat ini kepada anak/peserta didik harus diberikan materi mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah.Untuk tingkat SD terdapat 8 (delapan) mata pelajaran wajib yang harus dikuasai oleh anak/peserta didik, disamping mata pelajaran Muatan Lokal/Mulok, dan Pengembangan Diri.

Dalam tulisan ini akan dibahas 3(tiga) peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengembangan materi pelajaran Pusaka, yaitu :

  1. PPRI No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,

  2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 22 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah.

  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No.23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Beberapa hal isi PPRI No.19 Tahun 2005 yang perlu diperhatikan adalah sbb:

  • Kurikulum SD menekankan kepada pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca & menulis, kecakapan berhitung, serta kemampuan berkomunikasi. (Pasal 6(6)).
  • Kurikulum SD terdiri atas Kelompok Mata Pelajaran :
  1. agama dan akhlak mulia
  2. kewarganegaraan dan kepribadian.
  3. ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. estetika
  5. jasmani, olah raga, dan kesehatan. (Pasal 6 [1]).

Kelima kelompok mata pelajaran ini telah dikembangkan menjadi komponen Struktur Kurikulum SD yang terdiri dari

  1. Mata Pelajaran ( 8 buah).
  2. Muatan Lokal/Mulok
  3. Pengembangan Diri.
  • Beban belajar untuk SD, menggunakan jam pelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem : tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing. (Pasal 10(1)).
  • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD dikembangkan sesuai dengan potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik. (Pasal 17(1)).
  • Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,menyenangkan menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (Pasal19(1)).
  • Setiap SD melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. (Pasal 19(3)).
  • Perencanaan proses pembelajaraan meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang kurangnya : tujuan pembelajaraan, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasi belajar. (Pasal 20).
  • Standar kompetensi lulusan SD bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia,serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. (Pasal 26(1)).

Pengembangan materi Pusaka yang akan diberikan, tentunya perlu mengacu kepada ketentuan tersebut.Apabila terdapat hal penting terkait dengan pendidikanpusaka yang belum tercakup dalam ketentuan tersebut, tentunya ini dapat menjadi catatan dan masukan bagi pihak yang berkepentingan. Suatu hal penting yang juga perlu selalu diperhatikan adalah bahwa : materi Pusaka yang akan diberikan, perlu disesuaikan dengan kemampuan otak, emosi, perasaan dan fisik peserta didik yang berusia antara 7-12 tahun.


————

III. Standard Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar


Selain memperhatikan Standar Nasional Pendidikan diatas, perlu diperhatikan pula Standar Kompetensi Lulusan SD, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional N0.23 Tahun 2006, tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Bagi peserta didik SD diharapkan mencapai Standar Kompetensi Lulusan sbb :

  1. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak.
  2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri.
  3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya.
  4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan gologan sosial ekonomi dilingkungan sekitarnya.
  5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar ,secara logis, kritis dan kreatif.
  6. Menunjukan kemampuan berpikir logis, kritis dan kreatif, dengan bimbingan guru/pendidik.
  7. Menunjukkan rasa keinginan yang tinggi dan menyadari potensinya.
  8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
  9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar.
  10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
  11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap, bangsa, negara, dan tanah air Indonesia.
  12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal.
  13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang,
  14. Berkomunikasi secara jelas dan santun.
  15. Bekerjasama dalam kelompok, tolong menolong , dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan dan teman sebaya.
  16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.
  17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung.

Berdasarkan ke 17 kompetensi lulusan SD ini, pengembangan materi Pusaka perlu juga disesuaikan untuk mencapai kompetensi yang sama. Sebelum membahas hal ini lebih lanjut, perlu dikemukakan disini beberapa kompetensi lulusan SMP dan SMA sebagai bandingan. Kompetensi lulusan SMP yang diharapkan antara lain adalah :


  1. Mematuhi aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.
  2. Menghargai keragaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional.

Untuk lingkungan SD, kompetensi mengenai aturan sosial, materi yang diberikan hanya untuk yang berlaku dilingkungannya saja. Sedangkan untuk tingkat SMP lingkungannya diperluas ketingkat nasional. Demikian pula mengenai penghargaan kepada keragaman agama, budaya, suku dll pada tingkat SD hanya difokuskan untuk lingkungan sekitarnya saja. Baru pada tingkat SMP , materinya diperluas kedalam lingkup nasional. Sedangkan materi lingkup global baru diberikan pada ditingkat SMA.

Berdasarkan kedua contoh ini, terlihat bahwa untuk tingkat SD, pemerintah sudah membatasi kompetensi lulusan SD kepada pemahaman rinci lingkungan sekitarnya saja, dan bukan untuk lingkup daerah atau nasional.Untuk materi tingkat daerah dan nasional, kompetensi anak/peserta didik SD cukup mendapat informasi dan pengetahuan saja tentang daerah lain dan Nusantara. Pada tingkat SMP dan SMA barulah hal tersebut dikembangkan lebih rinci.


————

IV. Cakupan Mata Pelajaran dan Kurikulum Sekolah Dasar


Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, telah diuraikan cakupan isi setiap kelompok mata pelajaran. Cakupan isi kelompok mata pelajaran tersebut, perlu dipahami agar dapat sejalan dengan pengembangan materi Pusaka yang akan diberikan kepada anak/peserta didik.

No.

Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan isi materi SD

1.

Agama dan akhlak mulia

Dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yg beriman dan bertakwa kpd Tuhan YME serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sbg perwujudan dari pendidikan agama.

2

Kewarganegaraan

dan Keperibadian

Dimaksudkan utk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibabnya dlm kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sbg manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk : wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan thd HAM, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesadaran gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan kepada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Dimaksudkan utk mengenal, menyikapi dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yg kritis, kreatif dan mandiri.

4

Estetika

Dimaksudkan utk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresiasikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi , baik dlm kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun kehidupan kemasyarakatan, shg mampu menciptakan kebersamaan yg harmonis.

5

Jasmani, olahraga, dan kesehatan

Dimaksudkan utk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Berdasarkan Kelompok mata pelajaran ini, untuk pendidikan SD telah ditetapkan Struktur Kurikulum SD sbb :

A. Mata Pelajaran :

  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Bahasa Indonesia
  4. Matematika
  5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  7. Seni Budaya dan Keterampilan.
  8. endidikan Jasmani, olah raga, dan Kesehatan.

B.Muatan Lokal/Mulok

C.Pengembangan Diri.

Untuk mengembangkan materi Pusaka bagi pendidikan SD, perlu dipelajari dan dipahami terlebih dahulu seluruh isi Struktur Kurikulum SD yang berlaku sejak tahun 2006 ini.

————

V. Memasukkan Materi Pusaka ke dalam

Kurikulum Sekolah Dasar Muatan Lokal


Pada dasarnya, pendidikan dimaksudkan untuk membentuk pribadi yang berbudaya.Isi pokok kebudayaan yang bersifat universal , menurut Koentjaraningrat mencakup 7 hal pokok yaitu :

  1. Peralatan dan perlengkapan hidup.
  2. Sistem mata pencaharian dan sistem ekonomi.
  3. Sistem Kemasyarakatan.
  4. Bahasa.
  5. Ilmu Pengetahuan.
  6. Kesenian (rupa, suara, gerak, dll)
  7. Sistem Religi.

Pemerintah telah berusaha memasukkan ketujuh hal pokok tersebut kedalam kelompok mata pelajaran di seluruh tingkatan pendidikan, termasuk SD.

Salah satu alternatif untuk mengajarkan pusaka kepada peserta didik adalah memberi tambahan materi ke dalam 8 mata pelajaran utama dan Mulok yang telah ada saat ini. Hal ini dimaksudkan agar pelajaran Pusaka , tidak menambah beban jumlah mata pelajaran utama yang telah ada. Materi Pusaka direncanakan hanya akan menjadi suplemen/ ditambahkan kedalam kurikulum yang telah ada.

Namun juga terdapat alternatif lainnya, yaitu membuat Materi Pusaka secara utuh. Materi Pusaka ini dapat menjadi mata pelajaran tambahan tersendiri disekolah.Perlu panduan khusus sbg pendamping Materi Pusaka tersebut. Keterbatasan pengetahuan dan pengalaman guru dalam bidang pusaka/heritage, menjadi dasar pertimbangan pembuatan buku panduan tersebut. Buku panduan mata pelajaran Pusaka isinya lengkap namun sederhana. Guru perlu memahami materi pusaka secara menyeluruh , yang menyangkut pusaka lokal, regional, nasional dan dunia secara garis besar. Hal ini dimaksudkan agar guru dapat memberi penjelasan/membandingkan sesuatu topik lokal secara lebih luas. Demikian pula bagi anak/peserta didik.perlu diberikan buku pendamping Materi Pusaka, untuk membantu mereka lebih cepat memahami,mencintai dan melestarikan pusaka .

Berikut ini diperlihatkan kurikulum SD yang berlaku saat ini, disandingkan dengan beberapa contoh materi Pusaka yang akan diberikan.

Kurikulum Nasional SD Materi Heritage/Pusaka

A. Mata Pelajaran

  1. Pendidikan Agama.
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Bahasa Indonesia
  4. Matematika
  5. Ilmu Pengetahuan Alam.
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial.
  7. Seni Budaya dan Ketrampilan.
  8. Pendidian Jasmani, olah raga, dan Kesehatan

B. Muatan Lokal

C. Pengembangan Diri

A. Pusaka Budaya

  1. Pusaka Keluarga.
  2. Bangunan tua disekitar tempat tinggal
  3. Bangunan dan monumen bersejarah.
  4. Daerah perkampungan &pemukiman tradisional
  5. Tempat Prasejarah.
  6. Peralatan hidup.
  7. Pusaka Industri
  8. Tradisi lisan.
  9. Literatur dan Kearsipan.
  10. Permainan Tradisional.
  11. Pertunjukan boneka Tradisional.
  12. Tarian.
  13. Musik.
  14. Olah raga dan seni bela diri.
  15. Pusaka Kuliner/Makanan.
  16. Kerajinan Tangan
  17. Adat istiadat.
  18. Pengobatan tradisional.

B. Pusaka Alam.

  1. Air (Sungai, air terjun, laut, danau, dll)
  2. Tanah (Gunung, hutan, ladang. Persawahan, pemukiman, dll)
  3. Bio-Diversity (Flora & Fauna)

Materi Pusaka tersebut dapat dimasukkan kedalam mata pelajaran yang terkait. Misalnya guru sewaktu memberikan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, dia juga memberikan materi Pusaka seperti : peralatan hidup, adat istiadat, permainan tradisional dll. Juga sewaktu guru mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, dia dapat memberikan materi pusaka alam, seperti pelestarian air, gunung dll. Guru juga dapat sekaligus memberikan materi pusaka budaya seperti : menyinggung bentuk,rumus atau teknis bangunan kuno/monumen.

Untuk pengembangan kurikulum, termasuk pelajaran pusaka, terdapat beberapa prinsip yang harus diikuti seperti :

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan dan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
  2. Beragam dan terpadu, dalam arti memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik dan kondisi daerah.
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha, dan dunia kerja.
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
  6. Diarahkan kepada proses perkembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yg merupakan pendidikan yang berlangsung sepanjang hayat.
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah.


————

VI. Muatan Lokal


Muatan Lokal/Mulok merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Materi pelajaran Mulok tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan saja.

Mulok merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum, yang terdapat pada standar isi di dalam kurikulum SD.

Ruang lingkup Mulok :

  1. Lingkup keadaan dan Kebutuhan Daerah.
  2. Lingkup isi/jenis Mulok di daerah tersebut.

1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah.

Keadaan Daerah adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya.

Kebutuhan Daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut.Kebutuhan Daerah, misalnya kebutuhan untuk :

1.Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah.

2.Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan keadaan perekonomian daerah.

3.Meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari, dan menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan pembelajaran lebih lanjut.( belajar sepanjang hayat).

4.Meningkatkan kemampuan berwirausaha.

2. Lingkup Isi/ Jenis Mulok

Lingkup isi/jenis Mulok dapat berupa bahasa daerah, kesenian daerah, ketrampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, bahasa inggris, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah ybs.

Mulok memang masih perlu ditambahkan konsep dan isi garis besar pusaka budaya dan pusaka alam daerah, bukan hanya sekedar berisi materi bahasa,seni, dan adat istiadat didaerah tersebut. Materi inilah yang paling penting untuk dikembangkan untuk menambah wawasan pusaka bagi peserta didik.

Mulok merupakan suatu mata pelajaran yang sangat efektif untuk menambah materi pusaka budaya dan pusaka alam bagi pendidikan dasar.Materi pelajaran Pusaka dapat menjadi bagian penting Mulok.

Memperhatikan beberapa hal diatas ini, dalam rangka pengembangan Materi Pusaka terdapat dua tahapan kegiatan yang dapat dilakukan yaitu :

1.Membuat Mata Pelajaran Pusaka secara utuh,baik itu pusaka budaya dan pusaka alam. Materi ini secara utuh merupakan mata pelajaran tersendiri, yang dapat dimasukkan sebagai pendamping pelajaran lain dalam Mulok.Sebagaimana diketahui, saat ini Mulok terdiri dari lebih dari satu mata pelajaran. Alternatif pertama ini perlu mempertimbangan isi mata pelajaran lain yang telah diberikan melalui Mulok dan isi kedelapan mata pelajaran utama lainnya

2 Memilih dan memilah materi pusaka budaya dan pusaka alam, yang dapat dikaitkan dgn mata pelajaran lain. Materi yang telah dipilah-pilah ini, dimasukkan dan diberikan kepada peserta didik, sewaktu guru memberikan mata pelajaran tersebut.


————

VII. PENGEMBANGAN MULOK DIKAITKAN DENGAN MATERI PUSAKA.

Pengembangan Mata Pelajaran Mulok oleh sekolah dan Komite Sekolah, juga oleh Tim perumus mata pelajaran pusaka, dilakukan dengan memperhatikan langkah-langkah sbb :

1.Mengidentfikasikan keadaan pusaka budaya dan pusaka alam serta kebutuhan daerah.

2.Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi pusaka daerah.

3.Mengidentifikasi bahan kajian pusaka daerah secara utuh.

4.Memilah materi pusaka yang dapat diintegrasikan ke dalam 8 mata pelajaran utama.

5.Menentukan Mata Pelajaran Pusaka dalam Mulok.

6.Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan mengacu kepada Standar isi materi pendidikan SD.

1.Mengidentifikasikan keadaan pusaka budaya dan pusaka alam serta kebutuhan daerah.

Kegiatan ini dilakukan untuk menelaah dan mendata berbagai data /kondisi pusaka budaya dan pusaka alam ,serta kebutuhan daerah ybs.Disamping itu perlu juga diketahui pengetahuan dan aspirasi masyarakat untuk melestarikan pusaka budaya dan pusaka alam di daerah tersebut.

2.Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi pusaka daerah.

Berdasarkan hasil kajian no.1 , dapat diperoleh berbagai jenis materi pusaka yang akan diberikan.Berbagai fungsi materi pusaka yang akan dimasukkan ke dalam muatan lokal antara lain :

a.Pengenalan dan perhatian kepada pusaka budaya dan pusaka alam, sebagai bagian dari budaya daerah.

b.Melestarikan dan mengembangkan pusaka budaya dan pusaka alam daerah.

c.Meningkatkan ketrampilan dibidang yang terkait dengan pusaka daerah

3.Mengidentifikasi bahan kajian pusaka daerah secara utuh.

Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendata dan mengkaji berbagai bahan pusaka sesuai dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik. Penentuan bahan kajian pusaka ini didasarkan kepada beberapa kriteria sbb :

a.Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik

b.Kemampuan guru dan tenaga pendidik yang diperlukan

c.Tersedianya sarana dan prasarana

d.Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan.

e.Kelayakan untuk dilaksanakan disekolah.

4.Menentukan Mata Pelajaran Pusaka dalam Mulok.

Berdasarkan bahan kajian materi pusaka tersebut, dapat ditentukan kegiatan pembelajarannya . Kegiatan pembelajaran dirancang agar bahan kajian materi pusaka dapat memberikan bekal pengetahuan, kesadaran, ketrampilan, dan perilaku peserta didik.Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi, dan keunggulan pusaka daerah tersebut.Apabila materi tersebut memenuhi syarat, maka kumpulan materi pelajaran tersebut ,dapat diberi nama : Mata Pelajaran Pusaka dalam Mulok.

5.Memilah materi pusaka yang dapat diintegrasikan ke dalam 8 mata pelajaran utama.

Apabila materi mata pelajaran pusaka telah ditentukan, maka materi yang utuh tersebut dapat dipilah-pilah ke dalam mata pelajaran utama yang cocok. Guru perlu dipandu tentang : bagaimana dan materi apa yang cocok diberikan kepada anak/peserta didik, sesuai tingkatan/kelas di SD.

6.Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan mengacu kepada Standar isi materi pendidikan SD.

a.Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata pelajaran Pusaka.

Hal ini perlu dilakukan sebagai langkah awal membuat mata pelajaran pusaka yang dapat dilaksanakan di sekolah. Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah :

  1. Pengembangan Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah menentukan kompetensi yang didasarkan kepada materi sebagai basis pengetahuan pusaka.

  1. Pengembangan Kompetensi Dasar.

Kompetensi Dasar adalah kompetensi yang harus dikuasai siswa/peserta didik.

Penentuan ini perlu melibatkan berbagai pihak seperti guru, ahli bidang kajian, ahli kebudayaan, pendidikan dan ahli lain yang dianggap perlu.

b.Pengembangan Silabus Mata Pelajaran Pusaka.

Dalam pengembangan silabus tercakup beberapa hal a.l :

1)Mengembangkan indikator pelajaran pusaka.

2)Mengidentifikasi materi pembelajaran pusaka.

3)Mengembangkan kegiatan pembelajaran pusaka.

4)Pengalokasian waktu pelajaran pusaka.

5)Pengembangan penilaian pelajaran pusaka.

6)Menentukan sumber belajar mata pelajaran pusaka.

————

VIII.TINJAUAN TERHADAP PENERAPAN MULOK DI DKI JAKARTA.

Pendidikan SD di DKI Jakarta sejak Kurikulum 2004 sudah menerapkan Mulok dengan mata pelajaran sbb:

1.Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta.

2.Kesenian Jakarta.

3.Bahasa Inggris.

Sesuai Peraturan Mendiknas No.22 Tahun 2006, perlu disusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), termasuk Mulok.Ini dikenal sebagai Kurikulum 2006, menggantikan Kurikulum 2004.

SD di DKI Jakarta saat ini menerapkan mata pelajaran Mulok dengan memberikan pelajaran :

1.Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ), yang merupakan hasil penggabungan mata pelajaran Mulok Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta (PLKJ) dan Kesenian Jakarta.

2..Bahasa Inggris

Tinjauan terhadap kondisi pelajaran Pusaka di DKI Jakarta ini, dibatasi hanya pada mata pelajaran yang dianggap paling terkait dengan pelajaran pusaka yaitu :Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ). Sebagai perbandingan akan dibahas juga 2(dua) materi dari 8 Mata Pelajaran Utama yang paling terkait dengan pusaka, yaitu: Seni Budaya dan Keterampilan serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Tinjauan difokuskan kepada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari 3 (tiga) pelajaran tersebut.

Berdasarkan pengamatan terhadap isi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ketiga pelajaran tsb dapat dikemukakan bahwa :

1.Sebagian materi Pusaka sudah masuk kedalam ketiga mata pelajaran tersebut. Materi Pusaka yang perlu ditambahkan adalah materi yang belum atau kurang dibahas seperti: pemahaman menyeluruh terhadap pusaka tangible dan intangible,termasuk peninjauan lapangan dan usaha pelestariannya.Materi ketiga mata pelajaran itu terdapat materi yang perlu diubah, ditambah, atau dikurangi. Perbandingan materi dan komentarnya dapat dilihat pada Lampiran.

2.Untuk membuat materi paket pelajaran Pusaka yang utuh, diperlukan pengurangan sebagian isi pelajaran Mulok,mata pelajaran SBK dan IPS yang telah diberikan saat ini, yang akan dilebur kedalam materi paket pelajaran Pusaka. Artinya terdapat sedikitnya 3(tiga) mata pelajaran yang materinya perlu diubah, ditambah atau dikurangi, yaitu PLBJ,IPS dan SBK Padahal pada saat ini ketiga mata pelajaran tersebut sudah mulai diberikan sejak th 2006, dengan Standar Isi dan Kompetensi Standar yang utuh/lengkap.Buku panduannya juga telah beredar di seluruh Indonesia, tergantung daerahnya masing-masing.

Untuk menerapkan uji coba pelajaran Pusaka di SD telah disebutkan adanya 2(dua) alternatif pengembangan materi pusaka ,yaitu :

a.Membuat materi pelajaran Pusaka secara utuh/satu paket,yang dapat ditambahkan dalam Mulok.

b.Memilah-milah materi mana yang dapat dimasukkan kedalam mata pelajaran yang telah ada.

Apabila ingin melakukan uji coba dalam waktu singkat, kemungkinan alternatif kedua lebih ”resonable” untuk diterapkan, dengan sebelumnya diberikan pengantar isi materi Pusaka, secara garis besar namun menyeluruh.

IX. BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN.

Berdasarkan uraian singkat diatas, khususnya tinjauan terhadap 3(tiga) mata pelajaran yg sangat terkait dgn pelajaran Pusaka di SD DKI Jakarta, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sbb:

1.Pemerintah telah membuat kurikulum baku, terakhir dgn dikeluarkannya Peraturan Mendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Dasar Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam ketentuan ini Struktur Kurikulum SD terdiri atas:

a.Mata Pelajaran ( 8 buah)

b.Muatan Lokal/Mulok

c.Pengembangan Diri.

2.Sebagian materi mata pelajaran Pusaka sudah dimasukkan dalam Kurikulum pendi dikan SD, khususnya Mulok dan mata pelajaran Seni Budaya Dan Kete-rampilan.Terlihat bahwa materi Pusaka belum lengkap, belum fokus, belum dikembangkan, belum terpadu dan belum sistimatis. Cara pemberian materinya juga belum terarah. (lihat Lampiran)

3.Untuk penguasaan kompetensi anak/peserta didik yang berkaitan dengan budaya, pemerintah sudah membagi kompetensi berdasarkan satuan pendidikan sbb : penguasaan materi budaya lokal secara rinci di tingkat SD, penguasaan materi budaya nasional secara rinci ditingkat SMP, dan penguasaan materi budaya Global secara rinci di tingkat SMA.

4.Pemerintah sebenarnya sudah memberi tempat bagi mata pelajaran pusaka dalam Muatan Lokal/Mulok. Hanya saja belum ada pihak yang mengembangkan dan membuat mata pelajaran Pusaka secara paket, menyeluruh,dan sistematis. Artinya mata pelajaran pusaka belum dikembangkan sampai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan silabus, indikator dll

5.Untuk membuat paket materi Pusaka yang lengkap dan sistematis, perlu mempertimbangkan beberapa hal sbb :

a.Sebagian isi materi Pusaka sudah diajarkan dalam pelajaran Mulok Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta.(PLBJ) dan mata pelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan( SBK ) dan Ilmu Pengetahuan Sosial( IPS.).Kemungkinan dalam mata pelajaran yang lain, sebagian mata pelajaran Pusaka juga telah dimasukkan. Oleh karena itu harus dibuat satu panduan rinci mengenai materi apa saja yang sudah , dan materi apa yang belum ada dalam setiap mata pelajaran, mulai kelas 1 s/d kelas 6 SD. Dengan demikian buku panduan kedelapan mata pelajaran dan Mulok nantinya juga perlu direvisi.

c.Materi lengkap tentang pelajaran Pusaka setempat/lokal, daerah, dan Nusantara harus dikumpulkan dalam sebuah buku tersendiri.

b.Isi pelajaran Mulok (PLBJ),mata pelajaran SBK dan IPS ,serta mata pelajaran lain perlu dipilah, kemudian dilebur/ digabungkan agar sesuai dengan isi buku materi Pusaka yang telah dibuat. Oleh karena itu selain membuat buku panduan paket mata pelajaran Pusaka, buku panduan mata Pelajaran lain dan Mulok juga perlu direvisi. Mengingat sejak tahun 2006 buku panduan delapan mata pelajaran dan Mulok sudah beredar dan dipakai di SD, diperlukan waktu dan pengkajian tentang hal ini lebih lanjut.

Sebagai penutup, perlu dikemukakan disini bahwa untuk dapat mengembangkan pelajaran Pusaka dalam waktu yang relatif singkat, disarankan untuk melakukan langkah langkah sbb:

1.Membuat Buku panduan materi umum pelajaran Pusaka secara garis besar namun cukup lengkap,agar guru memiliki visi dan wawasan yang sama tentang pelajaran Pusaka. Isinya difokuskan kepada Pusaka Budaya (Tangible dan Intangible) dan Pusaka Alam.

2..Membuat materi Pusaka yang akan diberikan/disisipkan kedalam 8(delapan) mata pelajaran utama dan Muatan Lokal/Mulok. Sebagai contoh telah dibuat perbandingan antara materi Pusaka dengan materi 3 ( tiga) mata pelajaran di DKI jakarta, dan materi apa yang perlu ditambahkan kedalam mata pelajaran yang ada.( lihat Lampiran).Berdasarkan perbandingan ini dapat ditetapkan materi Pusaka apa yang akan diberikan/disisipkan ke dalam 8(delapan) mata pelajaran dan Mulok.Untuk daerah lain seperti Jogya misalnya, perlu dibuat perbandingan semacam itu dengan menggunakan materi Pendidikan Lingkungan Budaya Jogya. Buku materi sisipan pelajaran Pusaka perlu disiapkan untuk setiap tingkatan kelas SD.

3..Melakukan pelatihan pelajaran Pusaka kepada Guru, kemudian menerapkan materi tersebut kedalam mata pelajaran dan Mulok di SD.

4..Untuk Jangka Panjang, perlu dibuat paket mata pelajaran Pusaka yang lengkap dan sistematis (s/d Standar Kompetensi,Kompetensi Dasar, Silabus,indikator penilaian dll), sambil merevisi Standar Kompetensi .Kompetensi Dasar, dan Silabus Mata Pelajaran dan Mulok yang ada saat ini.


Gito Utomo

28 Mei 2008

————

LAMPIRAN

KETERKAITAN MATERI PUSAKA DENGAN MATERI MULOK(PLBJ) DAN IPS SERTA SBK, DI PENDIDIKAN SD DKI JAKARTA


Rencana Materi Pusaka

Materi Mulok (PLBJ) dan SBK dan IPS

Catatan dan Komentar

Kelas 1 SD

  1. Mengenal dan melakukan permainan tradisional.
  2. Mengenal dan mengem- bangkan kerjasama dgn teman dan keluarga.
  3. Mengenal benda pusaka sederhana seperti : bendera,tugu/patung bang unan tradisional dll

  1. Mengenal dan melakukan permainan dan cerita rakyat/ tradisional Beta- wi.
  2. Mengapresiasi unsur rupa di alam sekitar.
  3. Mengekspesikan diri me- lalui karya seni (rupa, mu sik, tari)
  4. Memahami identitas diri & keluarga dan mendes- kripsi lingkungan rumah.

Pengenalan benda pusaka sederhana seperti bendera, perlu ditambahkan.

Kelas 2 SD

1.Mempelajari lagu tradisio-nal di daerahnya dan di daerah lain di Indonesia..

2.Memahami dan melaku-kan permainan tradisional yg lebih kompleks, utk mengembangkan kreatifi-tas dan bereaksi thd situasi

tak terduga.

3.Mengembangkan kerjasa-

ma tim, tolong menolong, sportivitas dl

4.Memahami keragaman budaya di Indonesia

1.Mengapresiasi dan meng- ekspresikan karya seni (rupa, musik, tari) se-derhana.

2.Mengenal dan melakukan permainan dan cerita rakyat Betawi dan mela- konkan cerita rakyat Betawi.

3.Menerapkan nilai-nilai yg terkandung dlm permain-an dan cerita rakyat Betawi

4.Memahami kebersihan lingkungan, mengiden-tifikasi dan menunjukkan sikap apresiatif thd alam semesta.

5.Memahami kedudukan /peran keluarga dan lingkungan.

1.Pemahaman keragaman budaya belum diberikan di kelas 2. Untuk DKI Jakarta, juga baru dibe-rikan materi budaya Be-tawi.Seni rupa, musik dan tari, baru diberikan secara umum dan sederhana. Belum dikaitkan dengan keragaman budaya Indonesia.

2.Pengembangan kerjasama tim dan sportivitas sudah diberikan secara sepintas, dlm mata pelajaran Pendi-dikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Jasmani. O.R., dan Kesehatan. Perlu suatu materi masuk- an khusus tentang hal ini.

Kelas 3 SD

1.Mengenal kombinasi mu-sik dan permainan yang lebih rumit.

2.Mengekspresikan gerakan dan musik secara harmo- nis.

3.Mengembangkan sensiti-vitas, kreatifitas, dan mengekspresikan pikiran dan emosinya.

4.Memahami pusaka lokal dan daerah.

5.Melakukan kerjasama dgn sesama teman dlm rangka menghayati kebersamaan.

1.Mengapresiasi dan meng-ekspresikan karya seni :

-rupa ,dua dan tiga dimen si

-musik:alat musik ritmis,menyanyikan lagu daerah dan lagu wajib

-tari : gerak dan penyaji an tari daerah,dengan atau tanpa musik.

2.Memahami permainan rakyat Betawi

3.Memahami cerita rakyat Betawi.

4.Memahami upacara adat Betawi.(turun tanah)

5.Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama di sekitar rumah dan sekolah.

6.Memahami jenis peker jaan dan penggunaan uang.

7.Memahami keindahan se-kolah dan lingkungan-nya.

8.Memahami rumah sehat.

Materi yang perlu ditam bahkan ke dalam Mulok a.l. :

1. Melakukan kunjungan ke lokasi pusaka budaya tangible lokal/ daerahnya.

Kelas 4 SD

1.Mengenal pusaka keluar-ga.

2.Mengenal bangunan dan monumen bersejarah lokal /setempat.

3.Mengenal lokasi dan pe-mukiman bersejarah lokal /setempat

4.Mengenal peralatan hidup lokal/setempat

5.Mengenal pusaka industri lokal/setempat

6.Mengenal pusaka alam lokal/setempat

7.Mengenal tradisi lisan, cerita rakyat lokal/ setempat

8.Mengenal permainan rak yat lokal/setempat

9.Mengenal kerajinan tang- an setempat spt: anyaman, boneka, wayang dll.

10.Mengenal tari tradisional dan tari rakyat lokal/ setempat

11.Mengenal musik alam dan tradisional lokal/ setempat

12.Mengenal olah raga dan seni bela diri tradisional lokal/setempat

13.Mengenal pusaka/resep makanan tradisional lokal /setempat

14.Mengenal adat istiadat/ hukum setempat/lokal

1.Mengapresiasi dan meng-ekspresikan karya seni :

-rupa terapan di daerah setempat

-musik: alat musik rit-mis,menyanyikan lagu daerah dan lagu wajib

-tari : gerak dan penyaji an tari daerah lain,dengan atau tanpa musik

2.Mengapresiasi dan mem-buat kerajinan tangan da-erah dgn motif hias daerah.

3..Memahami sarana dan sarana transportasi.

4.Memahami berbagai je-nis alat komunikasi.

5..Memahami permainan rakyat Betawi

6.Memahami cerita rakyat Betawi.dan melakonkan cerita tsb.

7.Memahami upacara adat Betawi.(khitanan)

8..Memahami manfaat air bersih dan penampungan air.

9.Memahami sejarah, ke-nampakan alam, dan ke-ragaman suku bangsa s/d tingkat propinsi.

10.Memahami sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi dilingkungan kab/kota dan propinsi.

.

Materi Pusaka yang perlu ditambahkan kedalam Mu-lok a.l :

1.Pengenalan terhadap makanan tradisional dan pengobatan setempa.

2.Pengenalan terhadap pemukiman/bangunan tra-disional setempat.

3.Pengenalan terhadap hasil kerajinan tangan setem-pat.

4.Pengenalan terhadap seni bela diri tradisional.

Kelas 5 SD

1.Mengenal pusaka keluar-ga,setempat,dan daerah.

2.Mengenal bangunan dan

monumen bersejarah da-erah

3.Mengenal lokasi dan pe-mukiman bersejarah dae-rah

4.Mengenal peralatan hidup daerah

5.Mengenal pusaka indus-tri.daerah

6.Mengenal pusaka alam daerah

7.Mengenal tradisi lisan, cerita rakyat daerah

8.Mengenal permainan rak yat daerah

9.Mengenal kerajinan tang- an daerah spt: anyaman, boneka, wayang dll.

10.Mengenal tari tradisional dan tari rakyat daerah

11.Mengenal musik alam dan tradisional daerah

12.Mengenal olah raga dan seni bela diri tradisional daerah

13.Mengenal pusaka/resep makanan tradisional dae-rah

14.Mengenal adat istiadat/ hukum daerah

1.Mengapresiasi dan meng-ekspresikan karya seni :

-rupa : topeng, motif

hias daerah .

-musik: alat musik rit-mis,menyanyikan lagu daerah dan lagu wajib

-tari : gerak dan penyaji an tari daerah lain dg iringan musik

2.Mengapresiasi kerajinan tangan daerah dan membuat benda dgn teknik konstruksi serta kerajinan makrame.

3..Memahami pentingnya terumbu karang dlm ekosistem laut.

4..Memahami permainan rakyat Betawi

5.Memahami cerita rakyat Betawi.dan melakonkan cerita tsb.

6.Mampu mengapresiasi dan mengekspresikan seni pertunjukan dan tari Betawi.

7.Memahami upacara adat Betawi (nujuh bulan).

8..Memahami jenis peru-mahan

9.Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yg berskala nasional pada masa Hin du-Buddha dan Islam, keragaman kenampakan dan suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia.

10.Memahami tatacara ber-kunjung ke kantor per-wakilan negara sahabat

11.Menghargai peran tokoh pejuang dan masyarakat kemerdekaan Indonesia.

..

Materi pusaka yang perlu ditambahkan a.l :

1.Mengenal dan mengun-

jungi bangunan dan mo-numen bersejarah daerah.

2.Mengenal dan mengun- jungi lokasi dan pe-mukiman daerah.

3.Mengapresiasi peralatan hidup daerah.

4.Mengenal dan mengunju- ngi pusaka industri daerah.

5.Mengenal pusaka alam daerah.

6.Mengapresiasikan olah raga dan seni bela diri tradisional daerah.

7.Mengapresiasi pusaka makanan tradisional da-erah.

Kelas 6 SD

. 1.Mengenal pusaka keluar-ga,setempat,dan daerah dan nasional.

2.Mengenal bangunan dan monumen bersejarah nusantara

3.Mengenal lokasi dan pemukiman bersejarah nusantara

4.Mengenal peralatan hidup nusantara

5.Mengenal pusaka industri nusantara

6.Mengenal pusaka alam nusantara

7.Mengenal tradisi lisan, cerita rakyat nusantara

8.Mengenal permainan rak yat nusantara

9.Mengenal kerajinan tang- an nusantara spt: anyaman, boneka, wayang dll.

10.Mengenal tari tradisional dan tari rakyat nusantara.

11.Mengenal musik alam dan tradisional nusantara

12.Mengenal olah raga dan seni bela diri tradisi-onal.nusantara

13.Mengenal pusaka/resep makanan tradisional nu – santara.

14.Mengenal adat istiadat/ hukum daerah lain dan nusantara

1.Mengapresiasi dan meng-ekspresikan karya seni :

-rupa :membatik, motif hias daerah, boneka dll

-musik: alat musik rit-mis,menyanyikan lagu dan musik nusantara.

-tari : gerak dan penyaji an/pegelaran tari nusan-tara dg iringan musik

2.Mengapresiasi karya ke-rajinan anyaman dan membuat mainan beroda.

3.Memahami pentingnya ka li bersih dan udara ber-sih.

4.Memahami manfaat para wisata.

5.Memahami bahaya keba karan.

6.Memahami cerita rakyat Betawi

7.Memahami upacara adat Betawi (perkawinan).

8.Mengidentifikasikan terjadinya peresapan air laut.

9.Memahami perkembang an wilayah Indonesia, kenampakan alam dan keadaan sosial negara di Asia Tenggara, serta benua-benua.

10.Mampu mengapresiasi dan mengekspresikan musik kroncong.

11.Memahami penghijauan bagi kelestarian lingku ngan

12.Memahami gejala alam yg terjadi di Indonesia.

13.Memahami peranan bangsa Indonesia di era global.

Materi pusaka yang perlu ditambahkan a.l :

1.Mengenal dan mengun-jungi bangunan dan mo-numen bersejarah nusan- tara

2.Mengenal dan mengun- jungi lokasi dan pe-mukiman nusantara

3.Mengapresiasi peralatan hidup nusantara.

4.Mengenal dan mengunju- ngi pusaka industri nusantara.

5.Mengenal pusaka alam nusantara

6.Mengapresiasikan olah raga dan seni bela diri tradisional nasional.

7.Mengapresiasi pusaka makanan tradisional nasional.


Leave a response

Your response:

Categories